Surat Cinta untuk Pithagiras yang Lupa Ditulis (13)
ASTAGA, seperti mimpi ternyata benar dirimu, Pitha. Sama-sama kaget dengan perjumpaan tak diduga ini. Kalau aku sungguh tak menyangka bersua denganmu, kau… ah, mungkin hanya…
ASTAGA, seperti mimpi ternyata benar dirimu, Pitha. Sama-sama kaget dengan perjumpaan tak diduga ini. Kalau aku sungguh tak menyangka bersua denganmu, kau… ah, mungkin hanya…
PITHA dambaanku, Aku merasa harapanku bisa bertemu denganmu kembali semakin kecil dan mustahil. Peristiwa demi peristiwa terus berlangsung silih berganti tak henti. Ada lahir, menjadi…
DEMIKIANLAH, Pitha, masa masa kanak dan berangkat remaja, aku tak kurang-kurang dari rasa sayang, kasih, dan cinta dari orang-orang yang mengitariku. Sungguh aku mestinya senantiasa…
SEKOLAH, belajar, bermain ya… aku kan belum menjadi lelaki dewasa jadi belum bekerja, ke ladang, kebun atau sawah membantu orang tua menjadi keseharianku. Begitu juga…
CERITAKU masih panjang, Pitha. Aku teruskan ya. Selang beberapa hari setelah pertemuan mendadakku dengan seorang dara, melalui temanku si pengamat percewekan itu, aku telah pula…
PITHA yang manis, Aku benar-benar tak tahu diri. Betapa aku tak bisa mengenyahkan bayangmu. Senyummu tak lekang juga dari ingatanku. Rambutmu, hidungmu, wajahmu… segalanya tentangmu…
SEORANG teman cowok selalu berisik benar bicara tentang cewek. Mirna cantik ya, tapi judes. Susi itu baik, cuma saya gak siir dengannya. Tini pintar, tapi…
BEGITULAH kehidupan, Pitha. Kita suka berharap dan berupaya menerima situasi yang menyenangkan, menggembirakan, dan menbahagiakan. Namun, apa yang terjadi sesungguhnya jauh di luar kendali kita.…
“KOK berenti sekolah, Tari? Kenapa?” Aku menyerbu Tari dengan pertanyaan begitu bel tanda pulang sekolah berbunyi dan segera menjejerinya melangkah keluar kelas. “Nggak kenapa-kenapa…,” sahut…
Pitha yang baik, AKU senang kita masih ketemu di tahun pertama di SMP. Tapi, aku tak bisa berdekat-dekatan denganmu lagi. Malangnya diriku. Kita beda kelas,…