Surat Cinta untuk Pithagiras yang Lupa Ditulis (03)
Pitha yang baik, Duh, lama juga aku tak meneruskan menulis surat ini untukmu. Ada keraguan juga di hatiku adakah orat-oratku ini akan sedia kau baca.…
Pitha yang baik, Duh, lama juga aku tak meneruskan menulis surat ini untukmu. Ada keraguan juga di hatiku adakah orat-oratku ini akan sedia kau baca.…
Cerpen Rifdal A SEBELUM malam pergi. Setelah hiruk-pikuk orang meninggalkan kedai ini, aku kembali menemukan kesedihan tiba dengan gegas menghampiri. Ia duduk tepat di meja…
AKU tidak suka gombal ya. Dan, memang aku tak banyak-banyak bicara denganmu, Pitha. Yang jelas, aku selalu bersemangat berangkat ke sekolah, belajar, bertemu guru-guru dan…
BERTEMU kembali setelah 33 tahun kemudian dengan Pak Liswandi, guru SMKN 2 Bandar Lampung di sela-sela menjaga stand Bazar Buku Pekan Kebudayaan Daerah Lampung di…
Cerpen Syukur Budiardjo 1) DINI hari, 30 September 1965 atau 1 Oktober 1965, di Lubang Buaya, Jakarta Timur, peristiwa mengharukan dan mengenaskan, juga berbau teror,…
Cerpen Ari Sucianto Siregar Ayah, aku beda, kenapa? ini bukan keinginan, Aku siap untuk tidak dibesarkan. (Ari, SMPN 09 Jakarta, kelas 1-III) ALAMsemesta, bersama isinya,…
1/MAWAR MERAH UNTUKKU PITHA yang baik, Aku tidak pernah punya keberanian mengatakan atau menuliskan perasaan-perasaanku ini padamu dulu, sejak kita masih kanan-kanak sampai sekarang, hingga…
Cerpen Ari Sucianto Siregar Senin, 27 Oktober 2003 Jl. Margonda Raya, Ramadan pertama 1424 Hijriah, pukul dua lewat tiga puluh delapan, pagi. Sekumpulan anak remaja…
Oleh Udo Z Karzi AKU sedang melangkah di Jalan Amir Hamzah menuju pulang ke tempat kos di Jalan Nusa Indah Nomor 14 Pakiskawat, Bandar Lampung…
Cerpen Udo Z Karzi AKU buka rahasia Minan[1] Lela. Dia adik perempuan ibu yang bungsu. Kisahnya sudah sudah lama sekali, mungkin tahun 1970-an akhir atau…