Penulis

Admi Syarif
Lahir di Tanjungkarang,  3 Januari 1967. Dosen di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung. Pendidikan S1 Univesitas Padjadjaran (1990), dilanjutkan master dan doktor di Ashikaga Institute of Technology (IoT), Jepang. Saat ini, Koordinator Pusat Informasi Budaya Lampung/Lampung Heritage Society (PIBL-LHS). ). Ia menyusun Kamus lengkap Indonesia-Lampung, Lampung-Indonesia (2015).

Agusri Junaidi
Lahir di Banjit, Way Kanan,  43 tahun lalu. ASN di Pemprov Lampung ini menjadikan literasi sebagai kebutuhan. Sejak kecil melalui kakeknya ia sudah membaca majalah Harmonis, Mimbar Dakwah dan Panji Masyarakat. Saat mahasiswa di Universitas Lampung, alumnus FEB ini menulis beberapa esai dan opini yang dipublikasikan di beberapa media. . Selain berkiprah di organisasi kepemudaan, Ia pernah juga menjabat Direktur Eksekutif Lentera Lampung pada 2005 – 2008. Saat ini ia salah satu penggiat di Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS. Buku puisinya: Lelaki Yang Menyimpan Kata-Kata di Saku Benaknya (2019) dan Wajah Musim (2020) diterbitkan Siger Publisher.

Ahmadi Pahlewi
Lahir di Biha, Kabupaten Pesisir Barat, 28 Februari 1989. Lulusan S1 Fakultas Hukum Universitas Lampung saat ini tinggal di Liwa, Lampung Barat. Andi Surya Award 2017 dalam kategori Guru Bahasa Lampung Terfavorit se-Provinsi Lampung yang ia raih membuatnya  termotivasi mengutamakan bahasa ibu pada setiap tulisan yang banyak ditulisnya di web pribadinya, www.ahmadipahlewi.com.

Ali Rukman
Pelaku pemberdayaan masyarakat, tinggal di Bandar Lampung. Penulis buku Saya Belajar dari Sini: Pengalaman Mendampingi Masyarakat Lampung Barat (2015).

Ari Suciyanto Siregar
Lahir di Jakarta, 26 Februari 1979. Pendidikan terakhir Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma (tidak selesai). Aktif menulis sejak SMA. Saat ini bekerja di PT Cikarang Listrindo.

Ayu Andalia
Lahir dan besar di Kota Palembang. Tapi, sejak 2008 sampai sekarang tinggal di Liwa, Lampung Barat. Bekerja sebagai ahli gizi di RSUD Alimuddin Umar dan di RSIA Bunda Liwa. Bergiat dalam literasi Lampung Barat.

Budiyanto Dwi Prasetyo
Penulis novel Moka Moka Moka, Sebuah Cerita untuk Seorang Sahabat (2019).

Christian Heru Cahyo Saputro
Jurnalis bergiat di SEKELEK Institute Publishing House, Jung Foundation Lampung Heritage dan Jaringan Sumatera untuk Pelestarian (Pan Sumatera Network). Menulis buku: Piil Pesenggiri: Etos dan Semangat Kelampungan (2011).

Christina Tri Septiana
Lahir dan dibesarkan di Pringsewu, 27 September 1983. Sudah menikah dan dikaruniai dua orang putera. Selain sebagai ibu rumah tangga, saat ini aku dipercayakan sebagai Pemangku Pekon Kubuperahu. Aktif sebagai anggota pengelola Lamban Baca Karunia Liwa.

Diandra Natakembahang
Penggiat Budaya dan Bahasa Lampung Gamolan Institute Lampung.

Donna Sorenty Moza
Koordinator Lamban Baca Lampung Barat, penikmat Kopi Robusta Lampung Barat.


Eddy Rifai
Lahir di Palembang, 12 September 1971. Pengajar Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini menyelesaikan S1 Fakultas Hukum Universitas Lampung (1985), S2 Fakultas Hukum Univesitas Diponegoro (1991), dan S3 Fakultas Hukum Universitas Indonesia (2002). Ia pernah menjadi Pemimpin Redaksi dan Pemimpin Umum Surat Kabar Mahasiswa Teknokra Unila dan menulis artikel di berbagai media.

Edy Samudra Kertagama
Lahir di Tanjungkarang, Lampung, 12 Agustus 1961. Menulis sajak sejak 1987. Buku puisinya: Kering (1997), Nyanyian Sunyi (2002), Sajak-sajak Pendek Embun Putih (2004), dan Mantra Sang Nabi (2014). Karya-karya yang lain dimuat di berbagai media dan antologi bersama. Ia diundang dalam beberapa pertemuan sastrawan nasional dan internasional. Saat ini ia Direktur Artistik di Rumah Sastra Mata Dunia dan pengurus Dewan Kesenian Lampung (DKL).

Eliyah 
Ibu rumah tangga, wartawan Lampung Post. Memiliki dua orang anak putera/puteri. Bertekad untuk memajukan literasi dengan mendekatkan buku kepada anak-anak sejak dini. Berdomisili di Way Mengaku, Liwa, Lampung Barat. Alamat: Lamban Baca Efrata Liwa Jl. Kelor No. 27 Kelurahan Way Mengaku, Liwa, Lampung Barat.

Endri Kalianda
Lahir di Kalianda, 13 Juni 1982. Lulusan STIE Muhammadiyah Kalianda, Lampung Selatan (2011). Mantan Pemimpin Redaksi Koran Editor ini menerima Penghargaan Saidatul Fitriah 2014 dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung untuk karya jurnalistik berjudul Bersenyum Manis dari Pringsewu. Sejak pelajar hingga mahasiswa aktif mengikuti kegiatan-kegiatan organisasi Ikatan Remaja Muhammadiyah.. Hingga sekarang masih menggemari aktivitas tulis-menulis.

F Moses
Lahir di Jakarta, 8 Februari 1979. Beberapa karya puisi, cerpen, dan esai pernah dipublikasikan di media cetak. Antologi bertajuk Penulis Sumatera (Lampung, 2011), Kawin Massal (Lampung, 2012), Para Nayaka (Jawa Timur, 2014), Tamsil Tanah Perca (Pekanbaru, 2014) Penyair Sampena (Malaysia, 2010). Antologi Kritik/Esai Bahasa dan Sastra Kerling (Balai Bahasa Yogyakarta, 2016). Buku Cerita Anak Cahaya dan Dusta Si Gunam (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2016), dan beberapa penelitian sastra. Selain menjadi juri dan narasumber sastra pada rumah kerja/workshop ‘Musikalisasi Puisi’ (2011), pernah mengikuti Seminar Kesusastraan Asia Ternggara di Singapura bersama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Oktober 2015)—pernah kembali diundang sebagai pembicara dalam The Malay Heritage Centre’s Bustan-NUS Programme, Singapore (November 2015). Bekerja di Kantor Bahasa Provinsi Lampung (2006—2012) dan Komite Sastra Dewan Kesenian Lampung periode 2011—2013, dan sejak 2012 dipindah di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Jakarta.

Heptanius
Founder sekaligus pengelola Taman Baca Cendekia yang beralamat di Kelurahan Tugusari, Kecamatan Sumberjaya, Lampung Barat. Berprofesi sebagai ASN dan wirausaha

Heri Wardoyo
Wartawan senior, mantan Wakil Bupati Tulangbawang (2012—2017). Ia menulis buku kolom Acropolis, Kerajaan Nalar (2013).

Hermansyah GA
Lahir di Telukbetung, 1994. Sejak SD sering menjuarai lomba menyanyi dan deklamasi. Belajar teater dengan BM Gutomo dan AD Sutjipto di Taman Budaya Lampung (TBL) tahun 1980-an. Bermain dan menyutradarai film, menjadi Sekretaris Persatuan Artis Film (Parfi) Lampung 1989—1998, dan Ketua Parfi Lampung tahun 2000. Pengurus Dewan Kesenian Lampung (DKL).

Jauhari Zailani
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Lampung. Ia menulis puisi, cerpen, dan artikel di berbagai media dan antologi bersama.

Mahdalena
Relawan literasi dan tergabung dalam Tim GLD Lampung Barat. Tulisannya dimuat dalam antologi bersama Soekarno dan Wong Cilik dalam Puisi (2017), Malam Purnama di Tepi Liwa (2018), dan Sepotong Surga di Kaki Pesagi (2018). Beberapa tulisannya berhasil menjuarai lomba, di antaranya Juara I lomba menulis karya nyata tahun 2015 tentang TBM, juara I lomba menulis karya nyata tahun 2016 tentang PKBM, juara II  artikel tentang Lampung Barat, dan juara I cipta puisi hari guru. Selain itu penulis sebagai pengelola Lamban Baca dan pengelola Perpustakaan Pekon Padangtambak, dalam lomba perpustakaan umum desa/kelurahan; berhasil menjadi juara I tingkat kabupaten, juara I tingkat provinsi Lampung, dan juara harapan I tingkat nasional. Saat ini penulis aktif melaksanakan pustaka bergerak di tempat-tempat wisata. Penulis juga saat ini aktif menulis di gurusiana Media Guru Indonesia.

M. Syahran W. Lubis
Lahir di Tanjungkarang, Lampung, 2 Desember 1967. Menyelesaikan S1 Jurusan Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Lampung (1991). Semasa kuliah menjadi jurnalis kampus Surat Kabar Mahasiswa Teknokra Unila. Setelah berulang kali menulis untuk Lampung Post, ia menjadi wartawan harian ini (1991—1993).  Sejak 1993 bergabung Bisnis Indonesia dengan berbagai posisi hingga sekarang Redaktur Senior di harian ini.

Novan Saliwa
Lahir di Liwa, 29 November 1988–meninggal di Bandar Lampung, 26 Januari 2019. Terakhir, pria bernama lengkap Novan Adi Putra ini adalah pelatih tari di Diklat Seni Tari Anjungan Lampung Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Di sela-sela itu, ia sempatkan menulis artikel seni-budaya Lampung di berbagai media, dari blog hingga koran, termasuk mengirim rilis berita seni ke berbagai media.

Rilda A Oe Taneko
Berasal dari Lampung dan sejak 2005 menetap di Eropa. Ia menyelesaikan Sarjana Sosiologi (Cum Laude) sebagai lulusan terbaik Universitas Lampung. Lalu, melanjutkan studi di Institute of Social Studies of Erasmus University, Belanda. Tahun 2006, ia diundang untuk menghadiri Leadership for Social Justice Institute di Washington DC. Tulisan-tulisannya tersiar di berbagai media dan antologi bersama. Cerita-cerita yang ia tulis ikut dipamerkan di pameran cerita pendek: ‘100 Faces, 100 Stories’ di Newcastle upon Tyne (2010), dan ‘Castle Park Stories: An Exhibition’ di Lancaster (2013), Inggris. Buku-bukunya: Kereta Pagi Menuju Den Haag (kumpulan cerpen, 2010), Anomie (novel, 2017), dan  Seekor Capung Merah (kumpulan cerpen, 2019).


Semacca Andanant
Sastrawan Lampung kelahiran Kotaagung, Tanggamus, 29 Desember 1974. Penulis buku Lapah Kidah Sangu Bismillah: Bandung & Hahiwang (2018).

Sudarmono
Wartawan senior, menulis buku kumpulan kolom Jujur Saya tidak Jujur (2010).

Udo Z Karzi, Ketua Redaksi 
Lahir 12 Juni 1970 di Liwa, Lampung. Ia lulusan Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (1996). Penerima Penghargaan Kamaroeddin 2014 dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung ini menulis dalam bahasa Indonesia dan Lampung. Buku puisinya Mak Dawah Mak Dibingi (2007) meraih Hadiah Sastra Rancage 2008 dan novelnya Negarabatin (2016) memenangkan Hadiah Sastra Rancage 2017. Buku-bukunya yang lain – siapa tahu ada yang mau beli, hehee…: Momentum (kumpulan sajak, 2002),  Mamak Kenut, Orang Lampung Punya Celoteh (2012), Feodalisme Modern, Wacana Kritis tentang Lampung dan Kelampungan (2013), Tumi Mit Kota (kumpulan cerbun bersama Elly Dharmawanti, 2013), Menulis Asyik (2014), Ke Negarabatin Mamak Kenut Kembali (2016), Ngupi Pai: Sesobek Kecil Ulun Lampung (2019), dan Lunik-Lunik Cabi Lunik (kumpulan cerpen bahasa Lampung, 2019).

Y Wibowo, Ketua Umum/Bisnis 
Lahir di Lampung, 3 Desember 1974. Menulis puisi sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Kemudian berlanjut ketika memutuskan hijrah ke Yogyakarta tahun 1994 untuk melanjutkan studi di Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Widya Mataram yogyakarta, sambil tetap aktif pada proses kepenulisan di beberapa komunitas seni dan selebihnya belajar sendiri. Karyanya berupa puisi, cerpen, dan esai dimuat di berbagai media. Sehari-hari aktif dan bergiat di Sekolah Kebudayaan Lampung (SKL), dan pimpinan Penerbit BE Press, Lampung. Pemenang Pertama Krakatau Award 2004 untuk sajaknya Narasi dari Pesisir dan terhimpun dalam buku berjudul sama (2014). Buku puisinya:  Opera Kebun Lada (2005).

Zabidi Yakub
Lahir di Bandingagung, Ranau, Sumatera Selatan, 28 Oktober 1961. Bermukim di Bandar Lampung sejak 1994, mengabdi di Harian Lampung Ekspres Plus sejak masih Surat Kabar Mingguan Tamtama hingga kini. Tahun 1998, dan 2004—2010 sebagian puisinya sesekali muncul di koran tersebut, juga beberapa artikel dan  kolom pada rubrik “Kacamata Zabidi”. Sebagian puisi dan catatannya terhimpun dalam Sehirup Sekopi (2018).  Sajak-sajaknya yang lain termuat dalam Negeri Para Penyair: Antologi Puisi Mutakhir Lampung (2018).

To Top