Negarabatin (3)
“Laki-laki….” “Perempuan….” Ah, paling beberapa hari lagi, pikir Zanaha. Makanya ia baru memesankan Jahri tadi. Mudah-mudahan besok Jahri datang, doanya. Sambil mengingat-ingat tahun-tahun sebelum mereka…
“Laki-laki….” “Perempuan….” Ah, paling beberapa hari lagi, pikir Zanaha. Makanya ia baru memesankan Jahri tadi. Mudah-mudahan besok Jahri datang, doanya. Sambil mengingat-ingat tahun-tahun sebelum mereka…
Negarabatin itu negeri antah barantah, kata istriku. Mungkin. Tapi bukan pula karena itu aku jarang pulang. Padahal, dalam ukuranku yang biasa berjalan-jalan, Negarabatin yang hanya…
#1PROLOG “Pulanglah kamu saat Lebaran Haji ini! Kalau tidak dapat pulang semua, ajak Aidil.” Entah sudah berapa kali Bak[1] selalu menelepon menyampaikan amanat ini. “Iya,…
Negarabatin kubawa ke mana-mana. Negarabatin tak mungkin bisa dilupakan. Negarabatin melekat melekat di raga dan jiwa. Negarabatin dalam hati, Negarabatin dalam angan, Negarabatin dalam mimpi.…
Oleh Zabidi Yakub “INNALILLAHI wainna ilaihi raji’un,” gumam Nindya lirih ketika membaca kabar ada mahasiswa tewas tertembak aparat polisi di Kendari, yang dikirim temannya…
Cerpen Rilda A.Oe. Taneko Cocoterra (1), Februari 1780 Yang terhormat Kapten, sejak Teluk Kealakekua, kami telah berlayar melewati Selat Bering, berlabuh di Kamchatka, dan singgah…
Oleh Udo Z Karzi SAYA akan kisahkan sebuah romantika seorang teman yang dirundung asmara sampai tak enak makan, tak nyenyak tidur, … Ahai, saya…