Negarabatin (30)
Biasanya, ngusi ini saat kemarau. Jika hendak nyuwah[1] tidak lagi susah karena rumput dan pohon-pohon cepat kering terkena matahari. Dua tiga hari setelah ngusi sudah…
Biasanya, ngusi ini saat kemarau. Jika hendak nyuwah[1] tidak lagi susah karena rumput dan pohon-pohon cepat kering terkena matahari. Dua tiga hari setelah ngusi sudah…
Kuteliti pohon aren. Oh, ini buah anau. Yang tisebak gagang buahnya yang belum tua. Jika sudah tua sudah menjadi kolang-kaling, tangkainya sudah kering tak bernira.…
#9 SAPSADA[1] BERBUNYI SORE Kehidupan kami seperti kebanyakan orang Negarabatin, yaitu hidup dari bercocok tanam. Pekerjaan tamong-kajjong, bak-mak yaitu bedarak, ngebun kahwa, dan nyabah. Sebenarnya…
Kami yang baru saja datang kaget. Berlari kencang kami semua. Ada pula yang sampai jatuh-jatuh dan masuk sawah karena kesandung. Basah semua bajunya. Tapi, segera…
“Maman, Pak!” “Kifli….” “Nur….” “Sekarang, kembalikan buku dengan temanmu,” ucap Pak Johan. Ai kidah, aku tetap ada yang selip, salah satu. “Siap, siap… buka tangan…
Di lain hari pula, gilaran Pak Baswan yang marah di kelas. Waktu itu Pak Baswan mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Ia menerangkan dua musim di…
“Kalian berdua, tutup mata kalian,” kata Pak Irsan lagi. Beberapa orang dari kami ada yang diminta Pak Irsan mencari dua ember besar dan gayungnya. “Isi…
Tangsi tempat rumah-rumah jelma balak[1]. Boleh dibilang, kawasan elite kecamatan dan perwakilan pemerintahan kabupaten. Begitu kata mereka. Di sana rumah-rumah dan kantor Wakil Pembantu Bupati…
Dari pagi sampai sore, Uyung tertawa-tawa senang saja. Tidak merasa sakit di nenet-nya yang baru saja disunat. Tapi, tengah malam, ketika semua tamu pulang atau…
Silih berganti yang menengok Uyung. Banyak juga yang memuji-muji Uyung sambil memberikan uang. “Uyung sudah Islam benar kalau sekarang karena sudah disunat. Ini upahnya,” kata…