Negarabatin (20)
Bersyukur kepada Yang Mahakuasa diberi-Nya berkah rumah yang baru. Hari sudah dipilih yang bagus menurut kalender Hijriah. Dimulai sejak Subuh, Jahri sebagai kepala keluarga diikuti…
Bersyukur kepada Yang Mahakuasa diberi-Nya berkah rumah yang baru. Hari sudah dipilih yang bagus menurut kalender Hijriah. Dimulai sejak Subuh, Jahri sebagai kepala keluarga diikuti…
Gunung Pesagi di belakang rumahku. Maksudku dekat dari Negarabatin. Boleh dibilang Negarabatin berada di kaki gunung tertinggi di Provinsi Lampung, yaitu 2.262 meter dari permukaan…
Rumah Uyung ini di belakang masjid, dekat Lapangan Merdeka, dekat kantor polisi, dekat pula dari terminal, dan pasar. Begitu pula ke Way[1] Setiwang juga lebih…
Ceritanya, aku tak tamat Quran di surau. Pindah ngaji kepada Pakngah Seroji. Sama saja, dengan Pakngah Seroji, aku juga tak khatam Quran. Alhasil, guru ngajiku…
Yang tidak asyiknya, aku beberapa kali mendapatkannya pula. Sara[1] rasanya. Merah-merah bercampur biru lebam tangan dan kakiku. Tidak bisa protes. Wak Bakri ini otoriter. Padahal,…
“Lagi, Mong!” Nah, kembali cecuit. Kalau Tamong berhenti, aku bilang, “Lagi, Mong!” Tak bisa tidak, kembali Tamong menaik-turunkan kakinya. Ketika sudah tidak kuat lagi, Tamong…
Karena itulah, bak mengantarkan aku ke rumah Wak Bakri. Nama lengkapnya Ahmad Bakri. Kalau melihat panggilannya ‘wak’ sepertinya dia berasal dari Banten kalau bukan Cirebon.…
Hendra yang duduk di sebelahku semeja berdiri juga sambil berkata, “Pak Guru, ada cacing.” Nah, ribut sekelas. Yang tidak enaknya Hendra main tuduh saja berkata…
Sebenarnya anaknya jelas tidak mau dipindahkan. Ada yang menangis-nangis tak mau dipindahkan. Ada juga yang memekik-mekik. Sedih pula hendak berpisah dari teman-teman di SD kami.…
“Cita-cita itu, kalian hendak menjadi atau ingin menjadi apa jika besar nanti. Seperti jadi dokter, jadi insinyur, jadi guru, pilot, atau apa…,” jelas Pak Ubai.…