Surat Cinta untuk Pithagiras yang Lupa Ditulis (46)
Oleh Udo Z Karzi Petani seperti Tamong Manan selalu punya kesibukan di ladang, di sawah, di kebun atau di mana saja, tetapi selalu punya…
Oleh Udo Z Karzi Petani seperti Tamong Manan selalu punya kesibukan di ladang, di sawah, di kebun atau di mana saja, tetapi selalu punya…
Oleh Udo Z Karzi 23/KEBUN KOPI DI KAKI PESAGI KABUT pagi masih menyelimuti Negarabatin[1] ketika matahari mulai menampakkan diri dari arah timur. Sinarnya masih…
Oleh Udo Z Karzi Keluar dari tahanan bukan sebagai pahlawan, melainkan tak lebih dari seorang pecundang. Tak ada lagi yang bisa aku harapkan dari…
Oleh Udo Z Karzi “Bukan. Nafsiah adikku cantik dan baik hati lagi,” lagi-lagi aku harus menghiburnya. Padaku ia pernah minta tolong, bagaimana agar aku…
Oleh Udo Z Karzi Aduh, Vita sayang. Kenapa kau khianat? Mengapa kau menelikung? Mengapa kau tega meninggalkanku sendiri? Aku sungguh sulit menerima perlakuanmu ini…
Oleh Udo Z Karzi Menghubungi Vita lewat telepon umum di bilangan Enggal, aku mendapati kabar tidak mengenakkan. “Oo… ini Nak Kenut ya. Vita sedang…
Oleh Udo Z Karzi Dalam kesendirian, aku mengenang teman-teman seperjuangan, obrolan-obrolan tentang negeri kita, dan aktivitas-aktivitas yang serba menyenangkan. Dalam kesunyian, aku tak bisa…
Oleh Udo Z Karzi Aku kini sendirian di ruang ini. Masih pagi ini rupanya. Semalaman agaknya aku tertidur atau lebih tepatnya pulas akibat obat…
Oleh Udo Z Karzi Malam itu, aku tak ingat tanggal dan bulannya di tahun 1994, tak berselang lama setelah demo mencegat Mendikbud di Kampus…
Oleh Udo Z Karzi Sebuah provokasi yang sungguh tidak disadari mahasiswa. Belakangan aku mendengar bahwa petani-petani Way Huwi itu digerakkan oleh sebuah lembaga bantuan…