Surat Cinta untuk Pithagiras yang Lupa Ditulis (29)
Oleh Udo Z Karzi “Masuk gang di depan, Pak,” kata Vita. Dari tasnya, Vita mengeluarkan uang Rp10.000 dan memberikannya kepada kenek. Si kenek mau…
Oleh Udo Z Karzi “Masuk gang di depan, Pak,” kata Vita. Dari tasnya, Vita mengeluarkan uang Rp10.000 dan memberikannya kepada kenek. Si kenek mau…
Oleh Udo Z Karzi Vita terbaring di kasur ditemani Tya. Dia senyam-senyum kayak tidak apa-apa. “Katanya kecelakaan… Kok kayaknya hepi-hepi aja,” kataku. “Ai Kakak…
Oleh Udo Z Karzi DI saat orang-orang sidang sibuk memikirkan persiapan Lebaran 2024, alih-alih memperoleh tunjangan hari raya (THR), saya malah mendapat beberapa pertanyaan…
Oleh Udo Z Karzi 14/ Vila Puncak Sai Indah MERASA bosan mendengar orang ngeceh, aku menuju ke lepau depan Vila Puncak Sai Indah, Sukadana…
Oleh Udo Z Karzi “Kakak ini ya. Baru mau seru-serunya, pakai acara oleng-oleng segala. Gak romantis banget deh!” kata Vita. “Mahap, mahap… Manalah diriku…
Oleh Udo Z Karzi 13/ Mesti Bergerak, Bergerak, Terus Bergerak… Pitha yang baik, Lama macet surat ini. Sekarang lanjutkan. Tapi, takut pula engkau bosan…
Cerbun Franz Kafka DI hadap ni hukum cecok sai ngejaga rangok. Sai jelma jak pekon ratong ngedi sai ngejaga rangok rik nangguh haga ngehadap hukum.…
Oleh Udo Z Karzi SEBUAH novel tak hanya bacaan semata, tetapi juga bisa menyampaikan pesan inspiratif dari penulisnya. Demikian yang mengemuka dari novel Taman…
Oleh Udo Z Karzi diam-diam, akar dirimu terus pergimelintasi perbatasan keringbarangkali, di sana kau akan bertemu ismail atau ibrahim terseret dalam gelombang ka’bahberputar-putar mencari…
Oleh Udo Z Karzi SAYA petik tulisan saya, “Manusia Terkutuk Itu…” dalam Budisantoso Budiman dan Udo Z Karzi, Ed. 2010. Teknokra: Jejak Langkah Pers…