Negarabatin (55)
Uyung hanya tertawa melihatnya. Dia paling hanya meminta dua cabai rawit untuk pecalnya. Entah pula temannya ini doyan cabai. Jika membeli miso atau mie rebus,…
Uyung hanya tertawa melihatnya. Dia paling hanya meminta dua cabai rawit untuk pecalnya. Entah pula temannya ini doyan cabai. Jika membeli miso atau mie rebus,…
“Aduh, rusak,” kata Uyung ketika mobilnya bertabrakan dengan mobil Ijal. “Ah, kamu yang main tumbur-tumbur,” tuduh Ijal. Terpaksa Uyung dan Ijal membuat mobil lagi batang…
Entah, tidak diingat Uyung apakah perbuatan gila-gilaan ini diketahui orang lain atau tidak. Tidak cuma ikan, kadang-kadang ingin pula ayam. Anak-anak nakal ini minta ayam…
Aman, siapa yang hendak mencuri ikan-ikan itu. Orang Negarabatin baik-baik. Tapi nanti dulu, diam-diam Ijal, Edy Ateng, Hel, Romzi, Kifli, Ijal, Jaya, Sodri, dan Uyung…
Tapi walau sudah bersemangat Uyung menangkap-nangkap ikan, paling-paling hanya beberapa ekor yang ia dapatkan. Ia lihat yang lain, banyak sekali ikan yang mereka tangkap. Aih,…
TAK terasa, cerbung Negarabatin hampir selesai. Paling hanya 20 bagian lagi. Sedari mula, menerjemahkan novel berbahasa Lampung ini ke bahasa Indonesia, niatnya adalah pemanasan untuk…
#13 MELAWAI[1], KECERMA[2], NGUDUT… Orang Negarabatin memang kaya-kaya. Dulu, cukup hasil kebun seperti kopi dan lada yang dijual untuk bermacam-macam keperluan yang besar. Membangun rumah,…
Oleh mereka diantarlah Uyung ke Kantor Polres. Polisi bertanya-tanya kepada yang mengantarkannya. Kemudian mereka bertanya langsung kepada Uyung. Polisi mengantar Uyung ke tempat sirkus. “Ya,…
“Ada di … tempat yang ramai.” “Pasar?” “Bukan pasar. Di mana tempat yang ramai sekarang?” Diam semua. “Di mana itu?” “Ada harimau, ada kera, ular,…
#12 NONTON SIRKUS MALAH HILANG Tahun 1979. Sekolah Uyung, SDN 1 Negarabatin study tour ke Metro, ibu kota Lampung Tengah. Yang mengikuti sebenarnya anak-anak kelas…