TAK terasa, cerbung Negarabatin hampir selesai. Paling hanya 20 bagian lagi.
Sedari mula, menerjemahkan novel berbahasa Lampung ini ke bahasa Indonesia, niatnya adalah pemanasan untuk menulis novel lain.
Sebuah novel lain berbahasa Lampung sudah lama terbengkalai, mungkin baru jalan seperempatnya. Judulnya, Bandung. Tadinya saya berkeras agar terbit dalam bahasa Lampung terlebih dahulu.
Tapi, kok saya gak pede. Saya memerlukan koreksi dari teman-teman sebelum benar-benar terbit dalam bentuk buku berkait dengan fakta dan data sekitar peristiwa yang sebenarnya. Sebab, kisahnya berlatar belakang gerakan mahasiswa di Lampung 1990-an, gempa Liwa 1994, dan suasana perkebunan kopi di Liwa; yang sedikit banyak saya ikut terlibat di dalamnya.
Termasuk menjaga kemungkinan — ada mantan yang protes keras terhadap jalannya cerita. Hahai… Saya kok jadi ge-er duluan sebelum novel dipublikasikan.
Tersebab itu, Insya Allah, novel yang di-Indonesiakan dalam judul Pertemuan segera dipublikasikan secara bersambung. Hanya di Labrak.co.
Mohon koreksi dan masukan Bapak/Ibu/Sdr/minak-muari seunyinni nanti.
Tabik.
Udo Z Karzi