Cerita Bersambung

Surat Cinta untuk Pithagiras yang Lupa Ditulis (45)

23/KEBUN KOPI DI KAKI PESAGI KABUT pagi masih menyelimuti Negarabatin[1] ketika matahari mulai menampakkan diri dari arah timur. Sinarnya masih belum mampu menembus pekatnya selimut…

Udo Z Karzi ·

Surat Cinta untuk Pithagiras yang Lupa Ditulis (44)

Keluar dari tahanan bukan sebagai pahlawan, melainkan tak lebih dari seorang pecundang. Tak ada lagi yang bisa aku harapkan dari kampus, aktivis pergerakan, rekan-rekan seorganisasi…

Udo Z Karzi ·

Surat Cinta untuk Pithagiras yang Lupa Ditulis (43)

β€œBukan. Nafsiah adikku cantik dan baik hati lagi,” lagi-lagi aku harus menghiburnya. Padaku ia pernah minta tolong,  bagaimana agar aku bisa mempertemukan hatinya dengan hatimu.…

Udo Z Karzi ·

Surat Cinta untuk Pithagiras yang Lupa Ditulis (42)

Aduh, Vita sayang. Kenapa kau khianat? Mengapa kau menelikung? Mengapa kau tega meninggalkanku sendiri? Aku sungguh sulit menerima perlakuanmu ini padaku. Di saat aku terpuruk,…

Udo Z Karzi ·

Surat Cinta untuk Pithagiras yang Lupa Ditulis (40)

Dalam kesendirian, aku mengenang teman-teman seperjuangan, obrolan-obrolan tentang negeri kita, dan aktivitas-aktivitas yang serba menyenangkan. Dalam kesunyian, aku tak bisa melupakan wajah, senyum, dan canda…

Udo Z Karzi ·