Cerita Bersambung

Negarabatin (21)

Silih berganti yang menengok Uyung. Banyak juga yang memuji-muji Uyung sambil memberikan uang. “Uyung sudah Islam benar kalau sekarang karena sudah disunat. Ini upahnya,” kata…

Udo Z Karzi ·

Negarabatin (20)

Bersyukur kepada Yang Mahakuasa diberi-Nya berkah rumah yang baru. Hari sudah dipilih yang bagus menurut kalender Hijriah. Dimulai sejak Subuh, Jahri sebagai kepala keluarga diikuti…

Udo Z Karzi ·

Negarabatin (19)

Gunung Pesagi di belakang rumahku. Maksudku dekat dari Negarabatin. Boleh dibilang Negarabatin berada di kaki gunung tertinggi di Provinsi Lampung, yaitu 2.262 meter dari permukaan…

Udo Z Karzi ·

Negarabatin (18)

Rumah Uyung ini di belakang masjid, dekat Lapangan Merdeka, dekat kantor polisi, dekat pula dari terminal, dan pasar. Begitu pula ke Way[1] Setiwang juga lebih…

Udo Z Karzi ·

Negarabatin (17)

Ceritanya, aku tak tamat Quran di surau. Pindah ngaji kepada Pakngah Seroji. Sama saja, dengan Pakngah Seroji, aku juga tak khatam Quran. Alhasil, guru ngajiku…

Udo Z Karzi ·

Negarabatin (16)

Yang tidak asyiknya, aku beberapa kali mendapatkannya pula. Sara[1] rasanya. Merah-merah bercampur biru lebam tangan dan kakiku. Tidak bisa protes. Wak Bakri ini otoriter. Padahal,…

Udo Z Karzi ·

Negarabatin (15)

Semuanya langsung duduk bersila di tempat masing-masing yang sudah ditandai dengan perlengkapan ngaji oleh yang terlebih dahulu tiba atau siapa yang ‘rerajaan[1]’ di tempat ngaji…

Udo Z Karzi ·

Negarabatin (14)

“Lagi, Mong!” Nah, kembali cecuit. Kalau Tamong berhenti, aku bilang, “Lagi, Mong!” Tak bisa tidak, kembali Tamong menaik-turunkan kakinya. Ketika sudah tidak kuat lagi, Tamong…

Udo Z Karzi ·

Negarabatin (13)

Karena itulah, bak mengantarkan aku ke rumah Wak Bakri. Nama lengkapnya Ahmad Bakri. Kalau melihat panggilannya ‘wak’ sepertinya dia berasal dari Banten kalau bukan Cirebon.…

Udo Z Karzi ·

Negarabatin (12)

Hendra yang duduk di sebelahku semeja berdiri juga sambil berkata, “Pak Guru, ada cacing.” Nah, ribut sekelas. Yang tidak enaknya Hendra main tuduh saja berkata…

Udo Z Karzi ·