Surat Cinta untuk Pithagiras yang Lupa Ditulis (17)
KESEMPATAN pertama di hari pertama untuk menyapamu lewat begitu saja, Pitha. Hari kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya sampai setahun kita sekelas. Entah, aku tidak ingat…
KESEMPATAN pertama di hari pertama untuk menyapamu lewat begitu saja, Pitha. Hari kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya sampai setahun kita sekelas. Entah, aku tidak ingat…
DENGAN langkah tak terlalu yakin, aku mengarahkan kaki ke sebuah ruang kelas sesuai denah gedung-gedung yang menempel di samping pengumuman siswa baru yang diterima di…
SETELAH menerbitkan buku Mencari Lampung dalam Senyapnya Jalan Budaya: Kado 50 Tahun Udo Z Karzi (2020) — judul ini dipoles lebih manis oleh Heri Wardoyo dari judul…
CUKUPLAH rasa terluka, sakit, dan kecewaku. Hanya karenamu, Pitha. Aku hendak melanjutkan perjalanan yang tentu masih akan panjang lagi. Ya, melangkah saja mengikuti alur yang…
Pitha, RAHASIA hatiku padamu tetap tetap tersimpan rapi di lubuk terdalam, tersembunyi rapi di sanubari dalam waktu lama, terabadikan dalam kenangan tak lekang oleh waktu.…
ASTAGA, seperti mimpi ternyata benar dirimu, Pitha. Sama-sama kaget dengan perjumpaan tak diduga ini. Kalau aku sungguh tak menyangka bersua denganmu, kau… ah, mungkin hanya…
PITHA dambaanku, Aku merasa harapanku bisa bertemu denganmu kembali semakin kecil dan mustahil. Peristiwa demi peristiwa terus berlangsung silih berganti tak henti. Ada lahir, menjadi…
DEMIKIANLAH, Pitha, masa masa kanak dan berangkat remaja, aku tak kurang-kurang dari rasa sayang, kasih, dan cinta dari orang-orang yang mengitariku. Sungguh aku mestinya senantiasa…
SEKOLAH, belajar, bermain ya… aku kan belum menjadi lelaki dewasa jadi belum bekerja, ke ladang, kebun atau sawah membantu orang tua menjadi keseharianku. Begitu juga…
CERITAKU masih panjang, Pitha. Aku teruskan ya. Selang beberapa hari setelah pertemuan mendadakku dengan seorang dara, melalui temanku si pengamat percewekan itu, aku telah pula…