Negarabatin (34)
Tamong Hakim, Jahri, dan Zanaha sering pula meminta Uyung ke ladang dan membantu membawa beban. Walau kadang enggan, dikerjakan Uyung membantu. Dengan Tamong Hakim memang…
Tamong Hakim, Jahri, dan Zanaha sering pula meminta Uyung ke ladang dan membantu membawa beban. Walau kadang enggan, dikerjakan Uyung membantu. Dengan Tamong Hakim memang…
Mungkin sekitar lima kilometer dari repong kopi dari Selipas ke pekon. Lumayan jauh. Berjalan kaki. Tak ada mobil, tak ada motor. Walaupun ada ya tidak…
Dari kopi inilah, kami anak-anak di Negarabatin bisa bersekolah sampai perguruan tinggi. JIka memang ingin. Tapi kalau tidak mau, lebih baik pula ngajong mengura[1]. Hahai……
Di Negarabatin sepertinya ada perhitungan kapan mulai musim tanam sehingga nanti saat panen bersamaan pula. Kesepakatan tidak tertulis ini tidak ada yang berani mengingkarinya. Tidak…
Biasanya, ngusi ini saat kemarau. Jika hendak nyuwah[1] tidak lagi susah karena rumput dan pohon-pohon cepat kering terkena matahari. Dua tiga hari setelah ngusi sudah…
Kuteliti pohon aren. Oh, ini buah anau. Yang tisebak gagang buahnya yang belum tua. Jika sudah tua sudah menjadi kolang-kaling, tangkainya sudah kering tak bernira.…
#9 SAPSADA[1] BERBUNYI SORE Kehidupan kami seperti kebanyakan orang Negarabatin, yaitu hidup dari bercocok tanam. Pekerjaan tamong-kajjong, bak-mak yaitu bedarak, ngebun kahwa, dan nyabah. Sebenarnya…
Kami yang baru saja datang kaget. Berlari kencang kami semua. Ada pula yang sampai jatuh-jatuh dan masuk sawah karena kesandung. Basah semua bajunya. Tapi, segera…