Negarabatin (9)
Hari pertama sekolah, aku diantar Bak. Hanya sebentar karena pihak sekolah meminta orang tua siswa datang ke sekolah datang pada hari pertama sekolah. Keesokan harinya…
Hari pertama sekolah, aku diantar Bak. Hanya sebentar karena pihak sekolah meminta orang tua siswa datang ke sekolah datang pada hari pertama sekolah. Keesokan harinya…
#4KURUK SEKULA Melihat Minan Nalom dan anak-nanak lain memakai seragam pagi-pagi keluar dari rumah, terkadang ketika embun masih menyelimuti Negarabatin, menuju sekolah; begitu pula saat…
Entah apa-apa ramuan yang diminta Uyuk Ukun untuk obat Uyung, bergegas dicarikan Menah. Diserahkan kepada Uyuk Ukun. Sambil tangannya mengolah bahan-bahan tersebut menjadi ramuan, mulutnya…
Zanaha yang bingung entah apa yang hendak dikerjakan melihat anaknya menangis-nangis, diam sebentar… menangis lagi, begitu terus… hanya melihat mertua perempuan dan mertua laki-lakinya bertengkar.…
Kembali ke mak, “Mak ini kalau nyetil kayak gadis India,” kata Wan, adikku yang laki-laki baru-baru ini waktu kami kumpul ketika sudah tua. Kami tertawa…
“Hei, apalagi tak mandi,” omel ina. “Ya, Ina,” sahut Jahri sambil mengambil handuk yang tergantung di sampiran jemuran sembari bergegas duwai[1] di sawah Sidi di…
“Laki-laki….” “Perempuan….” Ah, paling beberapa hari lagi, pikir Zanaha. Makanya ia baru memesankan Jahri tadi. Mudah-mudahan besok Jahri datang, doanya. Sambil mengingat-ingat tahun-tahun sebelum mereka…
Negarabatin itu negeri antah barantah, kata istriku. Mungkin. Tapi bukan pula karena itu aku jarang pulang. Padahal, dalam ukuranku yang biasa berjalan-jalan, Negarabatin yang hanya…
#1PROLOG “Pulanglah kamu saat Lebaran Haji ini! Kalau tidak dapat pulang semua, ajak Aidil.” Entah sudah berapa kali Bak[1] selalu menelepon menyampaikan amanat ini. “Iya,…
Negarabatin kubawa ke mana-mana. Negarabatin tak mungkin bisa dilupakan. Negarabatin melekat melekat di raga dan jiwa. Negarabatin dalam hati, Negarabatin dalam angan, Negarabatin dalam mimpi.…