Negarabatin (17)
Ceritanya, aku tak tamat Quran di surau. Pindah ngaji kepada Pakngah Seroji. Sama saja, dengan Pakngah Seroji, aku juga tak khatam Quran. Alhasil, guru ngajiku…
Ceritanya, aku tak tamat Quran di surau. Pindah ngaji kepada Pakngah Seroji. Sama saja, dengan Pakngah Seroji, aku juga tak khatam Quran. Alhasil, guru ngajiku…
Yang tidak asyiknya, aku beberapa kali mendapatkannya pula. Sara[1] rasanya. Merah-merah bercampur biru lebam tangan dan kakiku. Tidak bisa protes. Wak Bakri ini otoriter. Padahal,…
Oleh Endri Kalianda SUDAH hampir dua tahun belakangan, setiap ada waktu longgar pada sore hari, saya selalu memanfaatkan lapangan itu. Dikenal dengan nama, Kalpataru. Jauh…
Semuanya langsung duduk bersila di tempat masing-masing yang sudah ditandai dengan perlengkapan ngaji oleh yang terlebih dahulu tiba atau siapa yang ‘rerajaan[1]’ di tempat ngaji…
“Lagi, Mong!” Nah, kembali cecuit. Kalau Tamong berhenti, aku bilang, “Lagi, Mong!” Tak bisa tidak, kembali Tamong menaik-turunkan kakinya. Ketika sudah tidak kuat lagi, Tamong…
Karena itulah, bak mengantarkan aku ke rumah Wak Bakri. Nama lengkapnya Ahmad Bakri. Kalau melihat panggilannya ‘wak’ sepertinya dia berasal dari Banten kalau bukan Cirebon.…
Hendra yang duduk di sebelahku semeja berdiri juga sambil berkata, “Pak Guru, ada cacing.” Nah, ribut sekelas. Yang tidak enaknya Hendra main tuduh saja berkata…
SOAL kebudayaan, wabil khusus kesenian dan seniman, di negeri ini yang tidak kunjung mendapat perhatian — kecuali “seni” yang menghasilkan banyak uang karena sesuai dengan…
Sebenarnya anaknya jelas tidak mau dipindahkan. Ada yang menangis-nangis tak mau dipindahkan. Ada juga yang memekik-mekik. Sedih pula hendak berpisah dari teman-teman di SD kami.…
“Cita-cita itu, kalian hendak menjadi atau ingin menjadi apa jika besar nanti. Seperti jadi dokter, jadi insinyur, jadi guru, pilot, atau apa…,” jelas Pak Ubai.…