Surat Cinta untuk Pithagiras yang Lupa Ditulis (08)
PITHA yang manis, Aku benar-benar tak tahu diri. Betapa aku tak bisa mengenyahkan bayangmu. Senyummu tak lekang juga dari ingatanku. Rambutmu, hidungmu, wajahmu… segalanya tentangmu…
PITHA yang manis, Aku benar-benar tak tahu diri. Betapa aku tak bisa mengenyahkan bayangmu. Senyummu tak lekang juga dari ingatanku. Rambutmu, hidungmu, wajahmu… segalanya tentangmu…
SEORANG teman cowok selalu berisik benar bicara tentang cewek. Mirna cantik ya, tapi judes. Susi itu baik, cuma saya gak siir dengannya. Tini pintar, tapi…
BEGITULAH kehidupan, Pitha. Kita suka berharap dan berupaya menerima situasi yang menyenangkan, menggembirakan, dan menbahagiakan. Namun, apa yang terjadi sesungguhnya jauh di luar kendali kita.…
“KOK berenti sekolah, Tari? Kenapa?” Aku menyerbu Tari dengan pertanyaan begitu bel tanda pulang sekolah berbunyi dan segera menjejerinya melangkah keluar kelas. “Nggak kenapa-kenapa…,” sahut…
Pitha yang baik, AKU senang kita masih ketemu di tahun pertama di SMP. Tapi, aku tak bisa berdekat-dekatan denganmu lagi. Malangnya diriku. Kita beda kelas,…
Pitha yang baik, Duh, lama juga aku tak meneruskan menulis surat ini untukmu. Ada keraguan juga di hatiku adakah orat-oratku ini akan sedia kau baca.…