Oleh Christian Heru Cahyo Saputro DI bawah cahaya kuning keemasan Gedung Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Sabtu malam itu, 6 Desember...
SAYA tersungging. Masa setiap kali kasi pengantar naskah untuk Lampung Post Minggu, Ganda Pekasih selalu membuka atau menyapa dengan, “Salam, Bang Is….” Sekali-dua kali...
PERTEMUAN dengan Rehulina (Pangkalan Bun), Dyah Nkusuma (Sampit), dan Eryantho Kamis (Bekasi, pernah jadi wartawan Kalteng Pos di Palangkaraya) melalui buku Bahasa...
Oleh S Metron Masdison LAMPUNG bagai koloni baru dalam kebudayaan. Padahal, ada peradaban batu berusia 4000 tahun. Seorang maestro tari meninggal sebelum sempat...
Oleh Susilo Sudarman Motinggo Busye bukan sekadar nama besar dalam sejarah sastra Indonesia, melainkan roh yang hidup dalam denyut karya para sastrawan...
Oleh Oyos Saroso HN SAYA belajar menulis puisi sejak pertengahan 1980-an. Saya makin gila baca karya sastra sejak sekolah kami pindah ke...
Oleh Maspril Aries JIKA dalam sepak bola ada yang namanya hattrick, istilah yang digunakan ketika seorang pemain mencetak tiga gol dalam satu...
Oleh Budi Hutasuhut KARYA sastra berbahasa Batak membutuhkan campur tangan pemerintah daerah untuk meregenerasi penulis sekaligus menciptakan pembaca baru lewat muatan lokal...
Oleh Doddi Ahmad Fauji DENGAN mengucapkan terima kasih kepada para cendekiawan terdahulu, yang membuat bangsa kita seperti sekarang ini, baik dan buruk...
Komentar Terbaru