Negarabatin (14)
“Lagi, Mong!” Nah, kembali cecuit. Kalau Tamong berhenti, aku bilang, “Lagi, Mong!” Tak bisa tidak, kembali Tamong menaik-turunkan kakinya. Ketika sudah tidak kuat lagi, Tamong…
“Lagi, Mong!” Nah, kembali cecuit. Kalau Tamong berhenti, aku bilang, “Lagi, Mong!” Tak bisa tidak, kembali Tamong menaik-turunkan kakinya. Ketika sudah tidak kuat lagi, Tamong…
Karena itulah, bak mengantarkan aku ke rumah Wak Bakri. Nama lengkapnya Ahmad Bakri. Kalau melihat panggilannya ‘wak’ sepertinya dia berasal dari Banten kalau bukan Cirebon.…
Hendra yang duduk di sebelahku semeja berdiri juga sambil berkata, “Pak Guru, ada cacing.” Nah, ribut sekelas. Yang tidak enaknya Hendra main tuduh saja berkata…
SOAL kebudayaan, wabil khusus kesenian dan seniman, di negeri ini yang tidak kunjung mendapat perhatian — kecuali “seni” yang menghasilkan banyak uang karena sesuai dengan…
Sebenarnya anaknya jelas tidak mau dipindahkan. Ada yang menangis-nangis tak mau dipindahkan. Ada juga yang memekik-mekik. Sedih pula hendak berpisah dari teman-teman di SD kami.…
“Cita-cita itu, kalian hendak menjadi atau ingin menjadi apa jika besar nanti. Seperti jadi dokter, jadi insinyur, jadi guru, pilot, atau apa…,” jelas Pak Ubai.…
Hari pertama sekolah, aku diantar Bak. Hanya sebentar karena pihak sekolah meminta orang tua siswa datang ke sekolah datang pada hari pertama sekolah. Keesokan harinya…
#4KURUK SEKULA Melihat Minan Nalom dan anak-nanak lain memakai seragam pagi-pagi keluar dari rumah, terkadang ketika embun masih menyelimuti Negarabatin, menuju sekolah; begitu pula saat…
Entah apa-apa ramuan yang diminta Uyuk Ukun untuk obat Uyung, bergegas dicarikan Menah. Diserahkan kepada Uyuk Ukun. Sambil tangannya mengolah bahan-bahan tersebut menjadi ramuan, mulutnya…
Zanaha yang bingung entah apa yang hendak dikerjakan melihat anaknya menangis-nangis, diam sebentar… menangis lagi, begitu terus… hanya melihat mertua perempuan dan mertua laki-lakinya bertengkar.…