Cerita Bersambung

Negarabatin (43)

“Itu,” kata Uyung sambil menunjukkan karungnya yang sekarung kecil saja isinya belum setengahnya.

Pakbalak tertawa melihatnya.

“Itu unduhan Pakbalak, Yung,” Pakbalak menunjukkan karang besar yang sedikit lagi hampir penuh.

Uyung malu.

***

Hari ketiga di pematang, Pakngah Hairu mampir d kubu Pakbalak Sakwan.

“Pakngah berkebun di sini juga?” Uyung heran.

“Iya. Terus sedikit dari sini, tidak jauh,” kata Pakngah Hairu.

Ngobrollah Pakngah dan Pakbalak. Uyung main di luar bersama sepupunya, Bahrein. Tidak lama, Pakngah pamit pulang.

“Terus ya Yung.”

Uyung tidak menjawab.

“Sudah besok saja bersama Bahrein. Ngunduh lagi dulu. Unduhan Uyung masih sedikit,” ujar Pakbalak.

“Yu, Lak. Besok saja, Pakngah,” Uyung mengikuti kata Pakbalak.  

Esoknya, Uyung dan Bahrein berkunjung ke sapu Pakngah Hairu. Tidak seberapa jauh memang, tetapi entah berapa simpangan melewati hutan dan kebun-kebun kopi orang baru sampai di kebun dan gubuk Pakngah. Sejak semula berangkat Uyung telah menghapalkan jalan. Kata hatinya, besok lagi ia akan pergi sendiri ke tempat Pakngah Hairu.

Sampai di gubuk Pakngah. Pakngah tidak di gubuk. Sedang ngunduh kopi.

“Huu… Pakngah…,” Bahrein berteriak.  

“Pakngah… Pakngah…,” Uyung ikut memekik.

Entah sudah berapa kali Bahrein dan Uyung berteriak bergantian, terkadang bersamaan memekik, baru ada sahutan dari Pakngah dari jauh, “Huuu…”

Tidak lama tampak Pakngah keluar dari balik batang-batang kopi.

“Ooh, kalian berdua,” Pakngah langsung mengenali keponakannya. “Sini, kita masuk sapu.”

“Pakngah sendirian saja di sini ya?” tanya Uyung.

“Iya, makngah dan adik-adikmu di pekon,” jawab Pakngah.

Pakngah Hairu keluar sebentar ke belakang pondok.

“Sebentar ya,” ujarnya.

Rupanya Pakngah mengambil ketela rambat dari sudut pondok.  

“Kita masak ketela dulu,” kata Pakngah.

Bercakap-cakap sambil menunggu ketela masak. Uyung melihat rumpun batang tebu.

“Pakngah punya tebu ya. Ngambil ya,” ucap Uyung.

“Ya, ambil saja. Cari goloknya di dapur.”

>> BERSAMBUNG

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top