Daffa Fahreiza, Juara Baca Puisi: Sajak Itu Ekspresif dan Inspiratif
TETAP saja, guru adalah digugu dan ditiru. Maka, benar belaka peribahasa “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Tentu, berlaku sebaliknya, guru inspiratif akan melahirkan siswa yang kreatif.

Begitulah, Daffa Fahreiza, siswa kelas 12 IPA SMA Darmabangsa yang menjadi Juara III Baca Puisi Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat Nasional 2019 di Bandar Lampung, September 2019 lalu.
Daffa mengaku mulai suka dan tertarik dengan sastra, terutama puisi sejak SMP. “Ms Karlina yang memperkenalkan puisi pertama kali di kelas 10,” ujar Daffa.
Sejak itu, ia menaruh perhatian pada karya-karya sastra, terutama puisi. “Membaca puisi itu seperti sebuah pertunjukan di atas panggung. Ia membuat saya dapat mengekspresikan segala hal melalui permainan kata-kata dan diksi,” kata putra pertama pasangan Herwan SDA dan Lessie Novitasari.
Tak puas mendapat juara 3 Lomba Baca Puisi FLS2N SMA Tingkat Kota Bandar Lampung (2018), ia tekun berlatih. Tak heran Juara 1 Lomba Baca Puisi dalam gelaran FLS2N SMA Tingkat Kota Bandar Lampung, tahun berikutnya, 2019, mampu ia raih. Menyusul juara 1 tingkat provinsi yang mengantarkannya merengkuh Medali Perunggu FLS2N SMA Tingkat Nasional 2019 di Bandar Lampung.
Menurut Daffa, dibanding karya sastra atau karya tulis lain, puisi lebih fokus kepada permainan kata-kata dan diksi. Dengan puisi kita bisa menyampaikan tema apa yang ingin kita sampaikan dengan bahasa yang lebih indah dan sublim.
Ia sangat memfavoritkan WS Rendra. “Sajak ‘Balada Terbunuhnya Atmo Karpo’ adalah karya Rendra yang paling berkesan,” ujarnya sembari mengenang bahwa ia sempat masuk 10 besar dalam lomba baca puisi Piala Rendra yang diselenggarakan Apsas Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung sebelum gelaran FLS2N.
Ia ingat ketika saat pertama kali membaca puisi ketika Upacara Bendera sawaktu masih SMP. “Ya, grogi. Tapi, Ms Karlina sudah memberikan bimbingan, sehingga alhamdulillah, bisa lancar membacakan puisi,” ujarnya.
Tidak Meng-copy Gaya Baca Guru
Tentu saja, pengalaman ikut lomba baca puisi FLS2N, September 2019 lalu, adalah pengalaman paling berkesan baginya. “Bisa berkompetisi dengan seluruh perwakilan siswa dari semua propinsi yang ada di Indonesia itu luar biasa. Syukurlah, saya bisa meraih juara tiga baca puisi.”
Maka, tak pelak Daffa perlu menghaturkan terima kasih kepada gurunya, Ms Karlina, yang memperkenalkan kepadanya seni membaca puisi. “Ms Karlina memang pembaca puisi yang bagus. Ia favorit saya. Berkat beliau, saya dapat terjun dan meraih banyak prestasi dalam bidang baca puisi,” ucapnya.

Pembacaan puisi yang baik, menurut Daffa, pembacanya mampu menyampaikan puisi sesuai dengan apa yang dikehendaki penulis puisi. Membacanya mengalir begitu saja dengan penghayatan dan penjiwaan atas puisi tersebut.
Ia merasa beruntung bisa dilatih Ms Karlina. Untuk proses latihan, Ms Karlina selalu memintanya menafsirkan puisi terlebih dahulu. Setelah menafsirkan baru saya diminta membacakan puisi tersebut. “Ms. Karlina tidak pernah mau mempraktekkan bagaimana beliau membacakan sebuah puisi, sehingga saya tidak hanya mengikuti (meng-copy) gaya baca beliau. Saya dituntut mampu membacakan sebuah puisi dengan karakter dan gaya saya sendiri.”
Setelah membaca dan menang lomba baca puisi, mulai dari tingkat kota, provinsi hingga nasional, Daffa pun punya keinginan untuk menciptakan puisi sendiri. “Saya pernah menulis puisi saat suka dengan seseorang,” ujarnya malu. Baginya, puisi tidak hanya sekadar seni, tetapi juga dapat menjadi sebuah sarana komunikasi.
Dukungan Keluarga

Prestasi Daffa, tidak hanya dalam bidang baca puisi, tidak lepas dari dukungan keluarganya. “Tanggapan keluarga sangat positif. Ayah dan Ibu, juga adik-adik tentu sangat senang saya bisa mengharumkan nama Propinsi Lampung dengan puisi,” tegasnya.
Selain baca puisi, Daffa juga aktif sebagai juru bicara Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), ekstrakulikuler futsal, volley, teater, dan film pendek di Sekolah Darma Bangsa (SDB).
Aktivitas seabrek itu, hebatnya tidak mengganggu nilai pelajaran sekolahnya. “Tentu tidak. Bila kita menikmati suatu proses, senang, dan ikhlas dalam melakukan suatu hal, tentu kita sendiri tidak akan terbebani dan tidak mempengaruhi nilai pelajaran. Malah justru menjadi motivasi sy untuk semakin baik,” tandasnya.
Caranya mengatur waktu, ada skala prioritas. Mana yang lebih penting, itu yang diutamakan. “Walau kadang-kadang keteter juga membagi waktu untuk sekolah, ekskul, les, hangout. Alhamdullilah, orangtua sangat support.”
Di ujung perbincangan, Daffa berharap ke depan ada Forum Pembaca Puisi untuk SMA sederajat. Dan, ia pun bertekad akan terus membaca puisi sampai menjadi mahasiswa, sampai kapan pun. Sebab, puisi itu memberikan makna lebih bagi kehidupan ini. []
BIODATA
Nama lengkap: Daffa Fahreiza
Nama panggilan: Defa
Tempat/tanggal lahir: Bandar Lampung, 17 Januari 2002
Orang tua: Herwan SDA – Lessie Novitasari
Kelas/Sekolah: XII IPA SMA Darmabangsa, Bandar Lampung
Organisasi: Pengurus Aktif Osis sejak SMP dan SMA
Puluhan prestasi/penghargaan, Daffa raih sejak TK hingga kini. Berikut beberapa prestasinya terkini dalam tiga tahun terakhir:
- Juara 3 Baca Puisi Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat SMA Kota Bandar Lampung (2018).
- Juara 3 Kejuaraan Bola Tangan Tingkat SMA se-Lampung FKIP Universitas Lampung/Unila (2018)
- Juara 1 Komik Matematika SMA/MA Sederajat Tingkat Provinsi Lampung FKIP Unila (2018)
- 10 besar finalis Lomba Baca Puisi Piala Rendra (LBPPR) Hima Sastrasia FPBS UPI Bandung (2018)
- Juara 2 (tim pembuat film berjudul “Keblinger Gadget”) Kategori Film Iklan Layanan Masyarakat dalam Lomba Film Pendek Pendidikan Anak dan Remaja Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2018)
- Juara 1 Baca Puisi FLS2N tingkat SMA Kota Bandar Lampung (2019)
- Juara 1 baca puisi FLS2N Tingkat provinsi lampung (2019)
- Juara 3/Medali Perunggu Bidang Baca Puisi FLS2N SMA Tingkat Nasional di Bandar Lampung (2019).