Kolom

Plagiat Itu Gampang! Tapi, Anda Gagal Total Jadi Penulis

“MENULIS OPINI itu gampang. Kan tinggal menghilangkan nama narasumbernya kemudian merapikannya menjadi tulisan artikel,” kata seseorang sekali waktu kepada saya.

Keruan saja, saya mencak-mencak dan merasa dilecehkan. Kok bisa orang itu beranggapan seperti itu. Kacau benar!

Masa iya menulis artikel (opini) dengan sepenuhnya dari pendapat (pemikiran) orang lain. Itu jelas-jelas plagiat (pemikiran) namanya.

Ada lagi yang bilang menulis bagus juga bisa ATM (adopsi terapkan modifikasi). Sama juga, itu nyontek alias plagiat.

Kebiasaan belajar menulis dengan copy of master juga sangat rentan melakukan plagiat. Tulisan orang sedikit diotak-atik, kasih nama kita (kita? lu aja kali! 😀🙏) sebagai penulisnya, lalu diumumkan di media dan bahkan bisa menang lomba.

Belakangan, ketahuan bahwa dia tidak menulis atau mengarang, tetapi cuma mengaku-aku karya orang lain sebagai karya dia.

Kalau begitu caranya, ngawur. Orang-orang ini — yang hobi plagiat — jauh dari kata “kreatif” yang menyertai kerja menulis atau penulis.

Senyampang, pemerintah telah mengakui penulis sebagai profesi, agaknya kurikulum creative writing perlu disegerakan.

Dan, insya Allah, saya siap menjadi dosennya. Begitu ya Bang Nasir Tamara?

Tabik.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top