Nabi Muhammad Ahli Strategi dan Diplomasi
Oleh Imron N Geasil
Judul Buku: Kejeniusan Strategi Rasulullah SAW
Penulis: Syeikh Omar Khayyam
Penerbit: Pustaka Hati, Yogyakarta, 2018, Cet. I
Tebal Buku: xxix, 503 Hlm
SELAMA ini, buku-buku yang menulis tentang Rasullah Saw ini lebih banyak kepada aspek-aspek religius spiritualnya saja. Belum banyak yang menulis tentang aspek-aspek prestasi yang telah dicapai oleh Nabi Saw ini. Misalnya bagaimana prestasi beliau ketika menjadi kepala negara, dan ketika memimpin peperangan misalnya. Penulis Barat, pada umumnya tidak bisa membedakan antara Islam dan Muhammad Saw, dan meremehkan prestasi-prestasi yang sudah dibuat oleh beliau dan Islam selama ini. Banyak cendekia Barat melihat Muhammad Saw sebagai tokoh sejarah yang kontroversial –beberapa dari mereka menganggap beliau memiliki watak buruk seperti penjilat, suka menipu dan penuh hawa nafsu. Walaupun demikian, beberapa penulis Barat seperti W. Montgomery Watt, Martin Lings, Karen Armstrong dan Barnaby Rogerson telah membuat kontribusi seimbang yang bernilai tinggi, dan secara keseluruhan seimbang untuk mengembangkan pemahaman tentang kehidupan dan prestasi Nabi Saw.
Kehidupan Nabi Saw jelas menjadi topik yang menakjubkan bagi pikiran manapun yang cerdas dan penuh ingin tahu karena pengaruh Muhammad Saw memang sungguh nyata bagi sejarah dunia. Muhammad Saw sendiri bersabda, “Unggulnya manusia beriman saleh yang terpelajar dibandingkan mereka yang sekadar beriman saleh adalah seperti bulan Purnama dibandingkan bintang-bintang yang ada di sekitarnya (yaitu, terkait dengan kadar terangnya).” Banyak cendekiawan Barat telah mengakui Muhammad Saw sebagai manusia paling berpengaruh di dalam sejarah dunia. Bukan hanya beliau mengubah pandangan dunia sebuah masyarakat, namun juga melalui praktik-praktik kesehariannya, telah membentuk sebuah bangsa bersatu dari banyak kelompok berbeda-beda dari suku-suku yang saling berkonflik di masa itu. Sehingga sekarang, setelah 1400 tahun berlalu, lebih dari satu setengah miliar muslim yang hidup di seluruh dunia hari ini, berusaha mengikuti jejak langkah perilaku Nabi di dalam rutinitas sehari-hari mereka.
Buku ini, sebagaimana dikatakan penulisnya secara khusus difokuskan kepada pembahasan tentang kejeniusan Nabi Saw sebagai seseorang yang ahli strategi. Mengutip pengertian strategi seperti yang dimuat dalam Webster New Universal Unabridge Dictionary, penulis buku ini mendefisnisikan strategi sebagai “sebuah rencana, metode atau serangkaian manuver atau stratagem untuk meraih satu tujuan atau hasil spesifik.” Sebuah stratagem dapat didefinisikan sebagai sebuah rancangan atau skema yang digunakan untuk meraih satu tujuan atau untuk meraih sebuah keuntungan dari seorang lawan.
Jenius atau cemerlang didefinisikan oleh kamus ini sebagai “memiliki atau memperlihatkan kecerdasan, talenta atau kualitas yang besar.” Di konteks spesifik buku ini, penulis mendefinisikan strategi yang menjadi fokus kajian ini, sebagai “upaya pengejaran yang dikehendaki dan konsisten dari Muhammad Saw untuk mewujudkan satu rancangan tindakan yang koheren yang dimaksudkan untuk menyebarkan Islam di Arabia dan seluruh dunia.”
Sejarah hidup Nabi disebut uswah hasanah (teladan yang indah) oleh para penulis muslim. Ini karena kaum muslim berusaha mengikuti teladan praktik Nabi Saw di dalam hidup sehari-hari mereka. Biografi beliau (sirat), tindakan-tindakan beliau (sunnah) dan ucapan-ucapan beliau (hadis) dipelajari sangat detail dengan maksud mengikuti ‘teladan indah’ beliau itu.
Buku ini, adalah sebuah upaya untuk memahami strategi-strategi yang beliau adopsi ketika mengejar tujuan utama beliau –menyebarkan Islam di Arabia dan selurh dunia. Kejeniusan dan kecemerlangan Nabi Saw tidak dapat diragukan lagi karena beliau memang sukses membentuk sebuah kelompok suku-suku yang awalnya terpisah-pisah, tidak terorganisasikan dan terbelakang menjadi satu dunia adidaya hanya dalam waktu tiga dekade saja. Beliau mendirikan sebuah agama dunia yang sangat kuat, dimana sekarang satu dari lima manusia adalah muslim, dan hanya agama ini yang paling cepat pertumbuhannya di seluruh dunia saat ini.
Buku ini terbagi menjadi dua bagian besar. Bagian I menyajikan berbagai strategi yang digunakan Nabi Saw untuk meraih tujuan-tujuan beliau.Telah menjadi tantangan tersendiri untuk mengorganisasikan semua informasi yang ada di bagian ini. Kerendahan hati Nabi Saw sudah melegenda, bahkan ketika sudah menjadi pemimpin Arab terkemuka di zamannya, para pendatang seringkali sulit membedakan beliau dari para sahabat. Beliau mengenakan pakaian sederhana, lebih banyak duduk di lantai, dan menyantap makanan yang sama seperti yang disantap sahabat-sahabatnya. Nabi Saw selalu berhati-hati untuk tidak memboroskan hidup secara tidak perlu. Hingga taraf yang memungkinkan, beliau merencanakan gerakan-gerakannya dengan cermat dan terus mengungguli rancangan musuh-musuhnya. Beliau memiliki sebuah insting pemeliharaan diri yang tepat, sebagian karena beliau memiliki sebuah perspektif yang sangat jauh jangkauan pandangnya. Sangat penting bagi beliau untuk bisa memberikan bentuk dan pola bagi sebuah negara muslim yang besar, yang mampu menjadi adikuasa terkemuka di sepanjang masa, untuk mengembangkan Islam jauh melampaui Arabia.
Sebuah kajian terhadap biografi Nabi Saw menunjukkan bahwa beliau sangat proaktif di dalam pendekatannya terhadap peristiwa-peristiwa di sekitar beliau. Beliau berusaha secara proaktif membentuk kejadian-kejadian yang akan mampu mempengaruhi hasil-hasil tertentu. Beliau adalah seorang aktor, bukan sekadar memanfaatkan yang sudah ada. Beliau bukan orang yang akan membiarkan peristiwa-peristiwa, entah politis atau lainnya, tidak tersingkap di sekitarnya tanpa jejak-jejak tindakan beliau.
Muhammad Saw adalah seorang pembaca yang tajam terhadap hakikat manusia dan watak-watak mereka. Dalam pengertian tertentu, beliau termasuk salah satu manajer SDM terbaik yang pernah dikenal dunia. Beliau sangat berminat untuk mengelola sebaik-baiknya cara mestinya mereka bersikap saat melakukan perjalanan-perjalanan jauh, bagaimana mereka sebaiknya bersikap saat berdiplomasi. Bagaimana sebaiknya mereka memimpin di dalam peperangan, dan bagaimana mereka sebaiknya memperlakukan para bawahan. Berkali-kali kita menemukan beliau menginstruksikan para sahabat tentang isu-isu kemanajemenan. Bahkan sebuah pembacaan lanjut terhadap perbedaan-perbedaan kepribadian para sahabat dekat beliau adalah kesaksian bagi beriliannya Muhammad Saw menjadi seorang manajer SDM.
Upaya Muhammad Saw membentuk aliansi dan kolaborasi dengan berbagai cara, menunjukkan keunggulannya yang sukses ketika berhasil memanajemen hubungan-hubungan antarmanusia. Yang jelas, beliau sangat cermat memilih strategi-strategi interaksi yang tepat untuk bisa membuka peluang secara maksimal dan meraih hasil-hasil terbaik. Dilihat dari sudut tertentu, strategi-strategi tersebut tidak akan bisa efektif tanpa kekuatan-kekuatan kepribadian Nabi sendiri.
Pemahaman Nabi Saw tentang keseimbangan kekuasaan banyak membantu suksesnya meraih tujuan-tujuan diplomatiknya. Pertama-tama demi menghindari penganiayaan kaum Quraish beliau menasihatkan beberapa muslim untuk hijrah dari Mekah ke Abisinia (Etiopia). Beliau dapat menilai dengan tepat bahwa Negus, raja Abisinia, akan bersedia memberikan tempat perlindungan bagi rombongan pertama muslim ini tanpa peduli tekanan besar sedang mendera Nabi Saw sendiri dari kaum Quraish. Setelah beliau pindah di Madinah, beliau memanggil para pemimpin muslim dari suku-suku Aus dan Khazraj, selain juga para pemimpin suku-suku penyembah berhala dan suku-suku Yahudi, untuk bersepakat mempertahankan Madinah bersama-sama.
Beliau menjelaskan kepada mereka bahwa jika mereka tidak sepakat untuk bersama-sama membuat strategi pertahanan, maka musuh-musuh dari luar akan mudah memecah-belah mereka dan menaklukkan mereka satu persatu. Nabi Saw membutuhkan semua kemampuan mengelola pemerintahan, diplomasi dan militer kaum Quraish yang bekerja untuk Islam. Sembari beliau bersabar untuk bisa meraih tujuan ini, beliau juga terus gigih dan kreatif menyebarkan Islam.
Bagian II menyajikan sebuah sejarah singkat tentang riwayat Nabi Saw. Tujuannya sedehana, yaitu memperkenalkan sejarah hidup Nabi Saw dan menyoroti peristiwa-peristiwa besar di dalam kehidupannya. Ini semestinya membantu pembaca yang tidak akrab dengan biografi Nabi Saw untuk memiliki kerangka dasar pemahaman yang tepat. Sehinga dapat mengapresiasi strateg-strategi Muhammad Saw ketika mengejar tujuan jangka panjang seumur hidupnya. Bagian I bisa disebut sebagai inti dari buku ini. Sedangkan Bagian II menjadi pengingat yang berguna tentang biografi Nabi Saw. []
Imron N Geasil, Peminat masalah-masalah sosial, politik dan keagamaan.