Tapi, Sodri tertawa saja.
Jauh sebelumnya Pak Johan menerangkan rumus Pythaghoras di kelas Uyung. Rumus ini dibuat ilmuwan Yunani Pythagoras. Dalik Pythagoras mengatakan sisi miring atau sisi yang paling panjang dalam segitiga siku-siku sama dengan kuadrat sisi-sisi lainnya.
Pak Johan menggambar segitiga siku-siku di papan tulis.
“Segitiga ini yaitu segitiga siku-siku yang memiliki satu sisi berdiri (BC), satu sisi datar (AB), dan satu sisi miring (AC). Dalil Pythagoras berfungsi untuk mencari satu sisi dengan dua sisi yang diketahui. Rumus Pythagoras yaitu ….,” Pak Johan menuliskan rumus di papan tulis: b2 = a2 + c2.
Jika hendak menghitung sisi berdiri dan sisi datar memakai rumus:
a2 = b2 – c2
c2 = b2 – a2
Begitu Pak Johan menjelaskan dan memberikan contoh pengerjaan soal dengan rumus Pythagoras. Pintar pula Nur ‘Pithagiras’. Namun, tetap ia punya lawan di kelas dalam Matematikan seperti Kifli.
***
Sudah menjadi kebiasaan anak-anak Negarabatin yang memberukkan julukan kepada teman mereka. Kalau adok[1] nanti saat menikah. Macam-macam. Aspiani dipanggil teman-temannya pinyut karena sekali waktu ia membeli kue.
“Bagaimana cara makannya, Pi?” tanya Ijal.
“Begini… pencet ini, isap, kenyut…,” Aspiani melakukan makan kue tersebut.
“Hahaa…,” terbahak semua temannya.
Sejak itu, Aspiani dipanggil mereka, Pinyut.
Lagi waktu, Adista menyanyi di depan kelas. Begini gayanya berdendang:
Padamu negeri
hst…
kami berjanji
hst
Padamu negeri
hst…
kami berbakti
hst…
Waduh, kacau…. Setiap baris lagu, Adista menarik ingusnya yang meleleh dari lubang hidungnya. Bunyinya kira-kira “hts…” Hahaa… Sejak itu ia dijuluki ‘Sinden Ingusan’.
Ada pula Erza setiap yang setiap menyanyi – walaupun lagu pop atau rock, nadanya yang terdengar lagu melayu-dangdut-kasidah ala Ida Laila. Demikianlah Erza dipanggil Ida Laila.
“Coba Ida Laila kalau menyanyi jangan kasidahan terus,” ujar Kifli.
“Iya, Za. Itukan lagu pop kok dibikin dangdutan olehmu,” Uyung bicara juga.
Berdua, Uyung dan Kifli, menertawakan Erza[2].
Begitu pula yang lain, rata-rata mendapat julukan sesuai dengan perilaku atau kebiasaan masing-masing.
Ai kidah, anak-anak Negarabatin.
>> BERSAMBUNG
[1] gelar adat
[2] Kala itu musik pop dan rock sedang merajai; belum ada stasiun televisi yang menjadikan dangdut sebagai program utama siaran-siarannya, belum ada juga Liga Dangdut atau Akademi Dangdut, yang mendangdutkan hampir semua lagu yang bisa didangdutkan. Kalau sekarang, mana berani meledek dangdut yang sudah go international.