Seperti Sedang Mengobrol dengan Kawan Lama
Oleh Ustaz Mirza Pahlepi
ASSALAMUALAIKUM warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang atas izin dan rahmat-Nya naskah penuh makna ini dapat hadir di hadapan kita. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada baginda Rasulullah SAW, Nabi yang membawa risalah kedamaian, beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.
Membaca lembar demi lembar naskah buku ini, batin saya seolah diajak pulang ke kampung halaman kita di Negarabatin, Liwa. Ingatan saya melayang pada suasana surau kecil tempat kita dahulu belajar mengeja alif, ba, ta di bawah cahaya lampu yang temaram.
Saya teringat bagaimana masa kecil kita diisi dengan bimbingan para guru mengaji dan orang tua yang dengan kesabaran luar biasa menanamkan dasar-dasar keimanan dalam hati kita yang saat itu masih kanak-kanak. Kenangan di tanah kelahiran tersebut bukan sekadar nostalgia, melainkan akar yang membentuk jati diri dan cara kita memandang hakikat pengabdian kepada Sang Khalik hingga hari ini.
Penulis buku ini, sahabat saya, Udo Z Karzi, adalah seorang pengelana kata yang memiliki ketajaman rasa dalam memotret realitas kehidupan. Meski ia kerap berkelakar menyatakan diri sebagai “ustaz palsu”, bagi saya, apa yang ia tulis dalam buku ini adalah sebuah bentuk dakwah bil qalam (dakwah melalui pena) yang sangat jujur.
Allah SWT telah memberikan kepadanya anugerah berupa kemampuan untuk menyampaikan pesan-pesan langit dengan bahasa bumi yang membumi sehingga nilai-nilai keislaman terasa begitu dekat, hangat, dan menyentuh sisi kemanusiaan kita yang paling dalam tanpa sedikit pun kesan menggurui.
Buku Pertempuran Tiada Berakhir ini sejatinya adalah sebuah refleksi mendalam tentang jihadun-nafs, yakni perjuangan besar seorang hamba melawan ego dan hawa nafsunya sendiri. Senada dengan apa yang sering saya sampaikan dalam berbagai ceramah dan majelis, bahwa inti dari ibadah yang berkualitas bukanlah terletak pada banyaknya jumlah, melainkan pada kedalaman, keikhlasan, dan kejujuran batin (ahsanu amala).
Melalui catatan “tipis-tipis” ini, Udo mengajak kita menyadari bahwa setiap gerak-gerik harian kita, mulai dari hiruk-pikuk kehidupan urban hingga kesyahduan Ramadan, adalah ruang ujian untuk membuktikan sejauh mana kita mampu menjaga integritas di hadapan Sang Khalik.
Membaca buku ini seperti sedang mengobrol dengan kawan lama, terasa akrab, hangat, dan sesekali dibumbui humor yang cerdas, tetapi juga sarat dengan muatan kearifan yang mengajak kita untuk berpikir. Udo mengingatkan kita bahwa keberhasilan spiritual seseorang tidak hanya diukur dari sujudnya di atas sajadah, tetapi juga dari kemuliaan akhlaknya dalam mempermudah urusan orang lain dan menebar kedamaian di tengah perbedaan. Inilah “jangkar spiritual” yang sangat kita butuhkan agar hidup tidak terombang-ambing oleh arus zaman yang kian dinamis.
Sebagai sahabat yang tumbuh bersama dari surau yang sama, saya sangat mengapresiasi kehadiran karya ini sebagai oase yang menyejukkan. Saya mengajak Bapak, Ibu, dan saudara sekalian untuk menyelami setiap halaman buku ini bukan sekadar untuk membaca cerita, melainkan untuk ikut merenung dan menemukan kembali jati diri kita sebagai hamba.
Semoga setiap untaian kalimat yang tertulis menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi penulisnya, serta menjadi kompas moral bagi kita semua dalam meniti jalan menuju rida Allah SWT.
Selamat membaca, selamat merenung, dan selamat memenangkan pertempuran di dalam diri kita masing-masing. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kedaton, Syawal 1447 H/ April 2026
__________________
* Ustaz H. Mirza Pahlepi, S.Ag., M.H.I, penceramah dan pengajar agama Islam yang aktif berdakwah di Provinsi Lampung.
** Tulisan ini pengantar untuk buku Pertempuran Tiada Berakhir: Renungan Spiritual Tipis-Tipis Sepanjang Ramadan karya Udo Z Karzi (dalam proses terbit).