Sosok

Rasa Jeri Mendapati Kabar Kematian Beruntun Orang-orang Tercinta

ADA rasa jeri mendapati kabar kematian susul-menyusul diselingi ucapan dan doa selamat ulang tahun sebulan terakhir — termasuk ultah saya 12 Juni lalu.

Rasanya, saya tak sanggup menuliskan ingatan tentang mereka yang mendahului. Cukuplah saya mengenang karya, kebaikan, dan berdoa yang terbaik untuk mereka.

Wahyu Sasongko (IST)

Prof. Dr. Wahyu Sasongko, S.H. (lahir di Yogyakarta, 27 Mei 1958–meninggal di Jakarta, 28 Mei 2021), Guru Besar Hukum Perdata Fakultas Hukum Universitas Lampung.  Sebagai wartawan, saya sering menjadikan Pak Wahyu narasumber penting untuk berbagai kasus hukum dan kadang politik dan demokrasi. Tak terlalu mengherankan. Sebab, ia juga ikut aktif dalam gerakan prodemokrasi (prodem), hak Asasi Manusia, dan antikorupsi. Ia  menjadi koordinator GeRAK Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GeRAK) Lampung (2001–2004) dan bersama aktivis Lampung mendirikan Lampung Parliament Watch (LPW) tahun 2004. Ia terlibat pula dalam gerakan advokasi yang dilakukan bersama-sama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung dan aktif sebagai pemerhati lingkungan hidup bersama-sama dengan aktivis lingkungan dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung. Karena itu pula, sebagai redaktur opini, saya dengan ‘enak’-nya meminta tulisan dadakan kepada Pak wahyu terkait tema-tema yang menjadi konsennya.

Prof. Ofyar Z Tamin (IST)

Prof Ofyar Z Tamin M.Sc., Ph.D., IPU (lahir Medan, 23 Agustus 1958 – meninggal di Jakarta,  9 Juni 2021), Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) dan guru besar transportasi ITB. Kami sering bertemu dalam kapasitasnya sebagai anggota Dewan Riset Daerah (DRD) Lampung dan saya sebagai Tenaga Ahli Pemerintah Provinsi Lampung (2015-2019). Tampak sekali ia seorang intektual yang aktif, inovatif, dan penuh gagasan bagi pembangunan Lampung, bahkan Sumatera dan Indonesia.  Di tangannya, Institut Teknologi Sumatera yang baru berdiri pada 2014 secara pelan tapi pasti mulai menyejajarkan diri dengan perguruan tinggi negeri di Indonesia yang sudah lama berdiri. Belum genap kepemimpinannya di periode keduanya setelah terpilih kembali menjadi Rektor Itera pada 2018, ia sudah dipanggil menghadap Ilahi.  Siapa pun penerusnya, Ofyar sudah menancapkan pondasi kuat bagi perkembangan Itera di masa depan.

Prof. Dr. Sunarto DM, SH, MH

Prof. Dr. Sunarto DM, SH.,MH (lahir di Kotabumi, Lampung Utara, 12 November 1954–meninggal di Bandar Lampung, 12 Juni 2021),  Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Lampung.  Pak Narto, begitu ia biasa sapa, adalah seorang pembicara yang enak dan sering membuat  kami terbahak. Dalam banyak kesempatan ia menjadi narasumber penting dan sesekali diminta menulis untuk koran tempat saya bekerja.  

Toeti Heraty bersama Ajip Rosidi dalam sebuah acara di Galeri 6 Cemara, Jakarta, 2019 (FOTO: UDO Z KARZI)

Prof. Dr. Toeti Heraty Noerhadi (lahir di Bandung,  27 November 1933 – meninggal di Jakarta, 13 Juni 2021), Guru besar UI, sastrawan/penulis senior.  Tak dinyana, saya bisa bertemu muka dengan Prof Toeti dalan sebuah acara makan malam bersama Kang Ajip Rosidi, Prof Tuti Heraty, panitia, dan para pemenang Anugerah Sastra Rancage 2019 di Galeri 6 Cemara, Jakarta, galeri miliknya, 11 Juni 2019; sehari sebelum Pemasrahan Rancage 2019 di Pepustakaan Nasional, Jakarta. Sebagai penyair, penulis, dosen Universitas Indonesia, pernah menjadi Rektor Institut Kesenian Jakarta (IKJ), anggota dan Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), dan berbagai jabatan mentereng lainnya, tentu saya ‘dipaksa’ tahu sosoknya. ‘Perjumpaan’ pertama saya dengan pendiri Jurnal Perempuan ini adalah di buku bunga rampai puisi perempuan Indonesia Sesepih Pinang Sepucuk Sirih (1979). Buku puisinya: Sajak-sajak 33 (1974), Mimpi dan Pretensi (1982), dan yang terbaru Calon Arang: The Story of a Woman Victimized of Patriarchy. Dia juga mengeditori beberapa antologi puisi.

Neta S Pane (IST)

Neta S. Pane (lahir di Medan, 18 Agustus 1964–meninggal di Jakarta, 17 Juni 2021), Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), jurnalis. Di era 1980-an, saya mengenalnya sebagai penulis prosa di Harian Merdeka yang saya langgani –edisi Minggu saja. 😛 Belakangan saya tahu dia memang wartawan  koran yang didirikan tokoh pers BM Diah ini sejak 1984 hingga menjadi redaktur pelaksananya, 1991. Selepas itu, ia Asisten Redpel Harian Terbit, 1993 lalu Redpel Koran Aksi. Terakhir,  Wakil Pemimpin Redaksi Surat Kabar Jakarta (2002-2004). Kemudian aktif menjadi seorang aktivis hingga menjabat sebagai Ketua Presidium IPW. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Presidium IPW, dia sangat rajin mengirim rilis ke media, termasuk untuk koran tempat saya bekerja. Dalam pernyataannya, ia sangat kritis mengingatkan polisi Indonesia. Namun, kalimat-kalimat kerasnya tidak sembarang kerena selalu disertai dengan data dan data yang lengkap dan akurat.

Uki M Kurdi (kanan) bersama jurnalis senior Juwendra Asdiansyah (DOKPRI JUWENDRA ASDIANSYAH)

Uki M Kurdi (lahir di Brebes, …—meninggal, 17 Juni 2021)  Pemimpin Redaksi Tribun Timur, mantan Pemimpin Redaksi Tribun Lampung. Saya belum pernah bertemu dengan Pemimpin Redaksi pertama Tribun Lampung ini. Tapi, dari Juwendra Asdiansyah yang pernah menjadi redpel koran dan beberapa teman lain, Uki sosok jurnalis yang idealis dan menolak kerja sama yang bisa membuat pers kehilangan independensinya. Wajar jika dia pernah menjadi nominator penerima Penghargaan Kamaroeddin dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung untuk keteguhan sikapnya dalam memperjuangkan marwah pers.

Mohammad Ridwan (IST)

Mohammad Ridwan (lahir di Sukabumi, Jawa Barat, 8 Januari 1972–meninggal di Jakarta, 17 Juni 2021), komentator tinju, mantan Pemimpin Umum Surat Kabar Mahasiswa Teknokra Universitas Lampung (1995—1996). Kepergiannya sangat mengagetkan. Sesama mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lampung, sesama pengurus dan pernah memimpin Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Teknokra, dan sesama jurnalis.  Bedanya, setelah sempat menjadi wartawan lepas Lampung Post (1995-1996) seperti juga saya,  sejak 1996 berkarier ke Jakarta yang dekat dari lebih dekat dari kota kelahirannya dengan menjadi jurnalis tabloid GO dan Seputar Indonesia. Terakhir menjadi komentator tinju di Grup MNC. Sementara saya tetap ‘berpusing-pusing’ di Bumi Ruwa Jurai: Lampung Post, Majalah Sinar (koresponden Lampung), Tamtama (Lampung Ekspres), Sumatera Post, Fajar Sumatera, dan Lampung News. Sekali ke luar, di Harian Borneo News, Pangkalan Bun (2006—2009). Sama dengan almarhum Syafarudin, semasa mahasiswa, kami asyik-musuk beraktivitas dalam berbagai varian gerakan pers mahasiswa, kelompok studi, dan parlemen jalanan. Sesekali menulis untuk Lampung Post, baik tulisan berdua maupun sendiri-sendiri.

Ir. H. Warsito (IST)

Ir H Warsito (… –meninggal di Bandar Lampung, 18 Juni 2021), mantan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Lampung Barat, mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Koordinator Rumah Kolaborasi (RuKo) Lampung, Penerima Penghargaan Tokoh Perhutanan Sosial 2019. Ketika menjadi Kepala Dinas Kehutanan Lampung Barat, ia turut menginisasi program Hutan Kemasyarakatan (HKm)perannya ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)  mengganjarnya dengan anugerah Tokoh Perhutanan Sosial 2019. Sesuatu yang sepantasnya ia peroleh.

Gusur Adhikarya (IST)

Gusur Adhikarya (lahir 1962–meninggal di Tangerang, 18 Juni 2021), wartawan-seniman-penulis skenario sinetron. Bersama berjuta-juta remaja era 1980-an, saya termasuk pembaca setia serial Lupus di Majalah Hai. Kini, salah satu penulisnya, Gusur Adhikarya (lainnya Hilman Hariwijaya dan Boim Lebon) telah berpulang ke Rahmatullah akibat terpapar Covid-19. Gusur juga kreator superhero Saras 008. Kabarnya, dia juga ada di balik keberadaan tabloid Gaul, tabloid Jelita, majalah Story, dan majalah Eshinta.

Tantowi Usman (IST)

Tantowi Usman (…-meninggal di Liwa, 19 Juni 2021), Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lampung Barat. Tentu saya kenal baik dengan beliau karena kami bertetangga di Liwa. Almarhum adalah kakak dari teman sepermainan saya, Ustaz Mirza Pahlepi, yang sering mengisi ceramah agama di TVRI Lampung. Semasa hidupnya, almarhum aktif dalam kegiatan keagamaan, termasuk menjadi khotib dan imam di beberapa masjid. Semoga amal ibadahnya diterima Allah Swt dan diampuni segala dosanya, serta diberi tempat terbaik di sisi Allah Swt. Amin. []

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top