Cerita Bersambung

Negarabatin (69)

“Sama-sama. Uyung sudah saya anggap anak sendiri…. Jadi, selain ayah dan ibumu, sekarang kami menjadi orangtuamu juga, ya Yung… apa namanya? Yasir Irawan namanya kalau di sini…,” ujar Chairani membuat yang lain tertawa semua.

“Ah, kamu ini pakai bikin-bikin nama samaran segala,” omel Pakbalak Sakwan.

Uyung cengengesan saja.

“Iya, panggil saya Ayah dan ini Ibu seperti ayah-ibu kandungmu. Begitu ya Bu?” kata Nikman Hasan sambil melihat ke istrinya.

“Kalau nanti kamu sudah ke sini. Melanjutkan sekolah ke sini. Mampir-mampirlah ke sini. Kalau mau kuliah di Universitas Lampung boleh. Saya mengajar di Fakultas Pertanian,” ujar Chairani.

“Ya, Bu,” Uyung menjawab malu-malu.

Ia tidak menyangka jika ibu yang menampungnya selama ini dosen di sebuah universitas negeri di Bumi Ruwa Jurai.

Begitulah, Uyung sekarang memiliki orang tua angkat di Tanjungkarang.

Dari rumah ini, Uyung beserta rombongan diantar Pakbatin Yusri ke Terminal Rajabasa. Dari Rajabasa, naik bus yang akan membawa mereka melewati jalan berliku naik-turun tetapi menuju tempat yang tinggi jauh di balik Bukit Barisan Selatan di kaki Gunung Pesagi.

Anak hilang sudah kembali!

#16
MERANTAU

Kisah Uyung hilang sudah. Sekarang, Uyung sudah kembali bersekolah, bermain kembali bersama adik-adik dan teman-temannya, membantu orangtua dan tamong-kajjongnya di sawah, ladang, dan kebun, bertualang juga ke sungai, masuk hutan, naik pematang, turun ke lurah. Tidak seberapa jauh jalan ke kiri, bertemu pula dengan laut atau ke kanan bersua Danau Ranau. Semua tempat di Negarabatin membuat senang dan tidak dapat membuat lupa orang yang pernah ke sana.

Halnya dengan Uyung, tidak lama ia naik kelas pula. Di kelas akhir tidak sampai setahun ujian pula. Seperti anak sekolah lain, Uyung ikut Ebta (Evaluasi Belajar Tahap Akhir) dan Ebtanas (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional).

Ah, tak usah cerita hasil ujiah, ah.

“Uyung memang pintar. Hendak melanjutkan sekolah ke mana?”

Di rumah, Jahri, Zanaha, Tamong, dan Kajjong bermusyawarah, Uyung mau disekolahkan di mana. Memang sudah kebiasaan orang Negarabatin yang keluar pekon kalau melanjutkan sekolah. Sebenarnya ketika tamat SD, sudah pernah dibicarakan Uyung mau disekolahkan di mana. Tapi, saat itu Uyung belum diizinkan Tamong Hakim keluar dari Negarabatin.

“Terlalu kecil. Kasihan,” kata Tamong Hakim, kala itu.

Sekarang, tamat SMP, tidak bisa tidak, Uyung mesti melanjutkan sekolah ke luar Negarabatin. Waktu itu pilihan bersekola yang dianggap bagus, yaitu di Kotabumi (ibu kota Lampung Utara), Poncowati (Lampung Tengah), Metro (ibu kota Lampung Tengah), dan Bandar Lampung yang masih se-Provinsi Lampung. Teman Uyung yang lain ada juga yang melanjutan sekolah SMA ke Jogja.

>> BERSAMBUNG

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top