Surat Cinta untuk Pithagiras yang Lupa Ditulis: Novel ‘Sok’ Idealis Berbungkus Romantisme
Oleh Yuli Nugrahani BUKU ini menjadi buku yang paling lama menghuni ranselku di tahun ini. Setelah mendapatkannya dari Udo Z Karzi dia ni ngikut ke…
Oleh Yuli Nugrahani BUKU ini menjadi buku yang paling lama menghuni ranselku di tahun ini. Setelah mendapatkannya dari Udo Z Karzi dia ni ngikut ke…
Preorder 25 November-10 Desember 2025 “Steteskop yang Dicuri” adalah karya debut Muhamad Saman sebagai penulis. Sebuah novel yang ia tulis sebagai refleksi pribadi atas perjalanan…
Oleh S Metron Masdison LAMPUNG bagai koloni baru dalam kebudayaan. Padahal, ada peradaban batu berusia 4000 tahun. Seorang maestro tari meninggal sebelum sempat lengkap mengekspose secara…
Oleh Susilo Sudarman Motinggo Busye bukan sekadar nama besar dalam sejarah sastra Indonesia, melainkan roh yang hidup dalam denyut karya para sastrawan Lampung lintas zaman.…
Oleh Arman AZ SEBAGIAN besar warga Lampung tentu masih ingat bioskop-bioskop lokal yang pernah beroperasi di daerah masing-masing. Ada beberapa bangunannya masih tersisa, seperti di…
Oleh Maspril Aries Prolog Manusia tidak pernah hidup dalam ruang hampa semantik. Setiap kali kita menjejakkan kaki di sebuah “tempat”, kita—baik sadar maupun tidak—membawa serta…
Oleh Ali Rukman “Adat tidak hidup karena seremoninya, tapi karena orang-orang yang bersedia menjadi bara di balik asapnya.” ADA masa ketika suara laki-laki tak perlu…
Oleh Susilo Sudarman BUKU puisi Kesibukan Membuat Sejarah (Pustaka LaBRAK, 2025)[1] karya Udo Z Karzi menghadirkan perenungan tajam mengenai relasi antara manusia, sejarah, dan kebudayaan.…
Oleh Ali Rukman ADA suara yang lebih nyaring dari bunyi gong atau tetawak saat hajatan berlangsung. Suara itu datang dari langkah-langkah lembut para bebai (emak-emak)…
Oleh Ali Rukman BUDAYA bukan untuk dipajang dalam festival, melainkan dihidupkan dalam keseharian. Sebab, nilai tidak tumbuh dari sorak penonton, tetapi dari peluh di dapur…