Sosok

Apriliati: Sengketa Pilkada Jadi Tanggung Jawabnya

Oleh Muhammad Alfariezie

APRILIATI lahir dari keluarga yang biasa saja. Ibunya seorang rumah tangga. Kadang, sang ibu berdagang baju untuk menambah keuangan keluarga. Sedangkan ayahnya seorang pegawai di perusahaan listrik negara (PLN).

Waktu itu atau zaman itu, belum ada gerai untuk pembayaran listrik. Kebijakan PLN pada saat itu mempekerjakan pegawai guna mengambil atau menagih uang listrik ke rumah-rumah warga. Ayahnya adalah salah satu pegawai yang mengambil uang listrik dari rumah ke rumah.

Apriliati kecil tak betah di rumah saja. Tapi, bukan berarti dia main keluyuran. Dia kerap menemani ibunya menjual pakaian dari rumah ke rumah. Tak pula sekadar menemani. Dia turut membantu membawakan barang dagangan sang ibu. 

Dia mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ibunda. Terlebih, Apriliati adalah anak yang suka membaca karakter orang dan membaca tanda-tanda kehidupan. Mungkin, karena mengikuti aktivitas sang ibu, dia banyak mempelajari kebesaran Tuhan sehingga lebih mencintai kehidupan. Itu dapat dibuktikan. Apriliati dewasa adalah anak yang tidak pantang menyerah.

Waktu SD hingga SMA dia menjadi bintang kelas. Dia selalu mendapat ranking 1 atau 2. Namun, waktu kelas 2 SMA ibunya meninggal dan pada kelas 3 SMA ayahnya menyusul. Tapi, dia tetap bersemangat meraih masa depan gilang gemilang.

Dia tetap membuktikan kalau mampu berprestasi di bidang akademik dan masuk universitas negeri unggulan. Terbukti, dia diterima sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lampung. Di kelas, dia pun masih menjadi bintang karena kecerdasan dan ketekunannya belajar.

Kendati kuliahnya hanya mengandalkan uang pensiuanan ayah sebagai pegawai PLN, Apriliati tetap menikmati dan enjoy dalam berkegiatan. Bahkan, dia mampu menambah uang jajan kuliah. Ceritanya, waktu itu, dia mendapat kesempatan menjadi guru. Dia pun tidak banyak pikir. Kesempatan itu ia ambil.

Apriliati pun menyelesaikan study S1 di Fakultas Hukum Universitas Lampung pada tahun 1988. Namun, karena waktu itu wisudanya hanya satu tahun sekali, ia pun wisuda pada tahun 1989.

Bisa dikatakan, bidang ilmu hukum menjadi tujuannya dalam hidup. Setelah lulus kuliah, anggota DPRD Lampung yang membidangi Kesejahteraan, Kesehatan dan Pendidikan itu melamar sebagai asisten pengacara di kantor Patih Suttan. Dia mendapat kesempatan magang sebagai asisten pengacara di kantor Johan N.A Sosiet. Zaman itu, Apriliati berbangga karena mendapat kesempatan bekerjasama dengan orang sepopuler Patih Suttan dan Johan N.A Sosiet.

Aktivitasnya di dunia hukum pun berlanjut. Selesai magang bersama Johan N.A Sosiet dan Patih Suttan, dia bergabung di dalam kantor Lembaga Bantuan Hukum Trisula. Lembaga hukum ini lekat dengan Suttan Syahrir. Di sana ia magang sebagai asisten pengacara di kantor pengacara Suttan Syahrir.

Dia pun kian serius bersosialisasi di dunia hukum. Dia tertarik untuk praktek ke dalam persidangan.  Wakil ketua badan pembentukan peraturan daerah DPRD Provinsi Lampung Fraksi PDI P itu pun mengikuti ujian sertifikasi pengacara. Tahun 1993, dia dilantik sebagai pengacara praktek dan menerima Surat Keputusan dari Menteri Kehakiman dan Mahkamah Agung.

Pada tahun 2002-2003, Apriliati mencoba memisahkan diri dari LBH Trisula. Dia ingin mencoba untuk mandiri. Bersama rekan-rekan kerjanya, Apriliati membentuk Kantor Advokat.

Seiring waktu, kiprahnya di dunia hukum diketahui publik. Bahkan Sachroedin ZP, Gubernur Lampung waktu itu yang juga sebagai ketua DPD PDI Perjuangan Lampung tertarik dengan kinerja Apriliati. Jenderal Polisi tersebut merekrut Apriliati sebagai wakil ketua bidang hukum dan ham di DPD PDI Perjuangan Lampung.

Sengketa-sengketa Pilkada adalah tanggung jawabnya. Dia dipercayai untuk menangani sengketa Pilkada Sujadi dan Hamami. Sedangkan daerah-daerah yang pernah dia tangani sengketa pilkadanya adalah Lampung Tengah, Pringsewu hingga Mesuji.

Beringan dengan dirinya yang berada di dalam partai politik, minatnya untuk berpartisipasi langsung sebagai politikus pun muncul. Terlebih, Apriliati melihat politik sebagai ilmu seni yang senantiasa membuatnya berpikir. Menurutnya, politik adalah seni untuk mendapatkan kekuasaan berdasarkan konstitusional. Selain itu, banyaknya kawan adalah satu satu faktornya menyukai panggung politik.

“Dunia politik mampu membawa kita ke teman-teman baru. Karena bergabung dalam partai politik, saya tidak takut kelaparan atau kehujanan jika pergi ke luar kota. Di tiap kabupaten atau kota, pasti ada teman,” ujarnya,  Selasa, 6/4/ 2021.

Saat ini, Apriliati masih menjabat sebagai Anggota Komisi 5 DPRD Provinsi Lampung. Tahun 2014 adalah awal mula dirinya mengabdikan diri sebagai wakil rakyat dapil Kota Bandarlampung. Kini, di tahun 2021, dia kembali mendapat kesempatan untuk membagi waktu dan pikiran bagi masyarakat Lampung atau lebih khusus kepada warga Bandarlampung. Dia terpilih  untuk periode yang kedua.

Tokoh inspirasinya adalah Ketua Umum PDI Perjuangan. Dia melihat Megawati sebagai sosok perempuan yang mandiri, tegar dan tegas dalam menjalani kehidupan dan membangun partainya. Selain itu, dia juga mengidolakan sosok Raden Ajeng Kartini. Sosok yang mampu membawa perempuan Indonesia meraih cita-citanya sebagai sosok yang mandiri, berkharisma juga berkontribusi bagi pembangunan nasional.

Kendati demikian, masih ada satu cita-cita yang ingin sekali Apriliati capai. Cita-cita itu adalah menunaikan Ibadah Haji ke kota suci Mekkah. Menurutnya, belum lengkap imannya sebagai seorang muslim jika tidak menunaikan rukun islam tersebut. []

BIOGRAFI
Nama: Apriliati, S.H, M.H.
Tempat dan tanggal lahir: Tanjungkarang, 26 April 1996
Pekerjaan: Anggota DPRD Lampung
Organisasi: PDI Perjuangan
Suami: Drs. Asruri Mito
Anak:
1. Daniel Nuril Fajri, S.Sos, MH
2. Arnila Permaisuri, SM
3. M. Lutfi 
Sekolah :
1. SD 20 Kaliawi Tanjung Karang Tahun 1977
2. SMP PGRI 2 Bandar Lampung Tahun 1981
3. SMA Negeri 3 Bandarlampung Tahun 1984
4. S1 Fakultas Hukum Universitas Lampung Tahun 1989
5. S2 Magister Hukum Universitas Bandar Lampung

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top