Human

Bumi Kedaton Percaya Diri Menyuguhkan Wisata Alam

Oleh Muhammad Alfariezie

TAK sembarangan ternyata yang mengelola Taman Wisata Bumi Kedaton adalah Ir. Dwi Ernawati. Dia adalah Sarjana Agronomi. Ia juga pernah mengelola tambak udang.

Dwi Ernawati adalah perempuan bersuku Jawa kelahiran Lampung. Perempuan yang akrab dipanggil Dwi ini selalu menetap di Lampung. Dulu, dia sempat bertempat tinggal di Metro. Namun, saat kuliah, tinggal di Bandarlampung dan saat ini menetap di Bandarlampung.

Pengalamannya mengelola destinasi wisata cukup mempuni. Kurang lebih, tiga destinasi wisata yang telah dikelolanya. Dua di antara itu adalah di kota Pendidikan Metro. Dan satu, ialah di Bandarlampung. Yaitu, Tawan Wisata Bumi Kedaton.

Perempuan yang menyukai beraneka jenis tanaman itu memulai karir sebagai pengelola destinasi wisata karena ketidaksengajaan. Waktu itu, kawan memintanya untuk mengurus tempat wisata. sekadar informasi, kala itu, Ernawati atau Dwi sedang mengelola tambak udang.

Mulanya, ia enggan mengelola destinasi wisata karena dia seorang perempuan. Yang dia inginkan justru mengelola ketering milik kawannya saja. Kebetulan, terdapat ketering juga di tempat wisata kawannya. Lokasinya di kota Metro.

Seiring waktu, dia mulai tertarik mengelola destinasi wisata. Terlebih, ketika dia melihat lokasi wisata yang tidak lagi mendapat perawatan dan pengelolaan. Alias, sepi pengunjung dan wahana-wahananya terbengkalai.

Erna memang bisa dikatakan sebagai orang yang menyukai tantangan. Karena itu, dia memberanikan diri untuk maju dan mengelola destinasi wisata kawannya. Berselang tiga bulan, lokasi rekreasi keluarga yang sempat vakum pun kembali beroperasi dan dikunjungi berbagai kalangan dari daerah yang berbeda-beda. Padahal, destinasi yang saat itu dikelolanya memiliki luas yang kurang dari 2 hektar. Berbeda jauh jika membandingkan area Taman Wisata Bumi Kedaton.

Kinerja Ernawati pun mendapat respon dari Taman Wisata Bumi Kedaton. Dia mendapat dua kali penawaran untuk mengelola destinasi wisata itu. Pertama dia belum bisa. Dia mesti menyelesaikan kontrak di Metro. Baru pada penawaran yang kedua, Erna berkenan menerima tawaran untuk mengelola area rekreasi wisata yang memiliki luas 15 hektar itu.

Dia mengaku tidak ada cara khusus dalam mengelola destinasi wisata. Tapi, dia menjelaskan kenapa saat ini Bumi Kedaton mendapat apreasiasi masyarakat. Menurutnya, mengelola destinasi wisata mesti dinamis. Harus ada sesuatu yang baru, yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, dia juga mengatakan, jangan selalu meniru apa yang ada di tempat lain. Menurutnya, pengelola mesti percaya diri dengan sumber daya yang dimiliki destinasinya. Sebab menurutnya, tenaga dan pikiran akan sangat lelah jika selalu meniru gaya dari destinasi wisata orang lain.

“Apa yang tidak ada di tempat lain dan ada di tempat kita, maka itulah keunikan serta kekuatan yang ada. Jadi, ketika orang bosan mengunjungi tempat itu maka bisa jadi dia akan mengunjungi tempat lain yang memiliki gaya wisata sendiri,” ujar di dalam ruang staf pengelola Bumi Kedaton, Minggu (21/3/2021).

Kerajaan Bumi Kedaton

Karena dari awal, Kabar Wisata telah membahas pengelola destinasi wisata maka kurang afdol kalau area hiburannya sendiri tidak masuk dalam pembahasan. Untuk masyarakat yang penasaran ada apa saja di Taman Wisata Bumi Kedaton dan bagaimana pengelolalaan Ir. Dwi Ernawati, maka simaklah Kabar Wisata edisi kali ini.

Bumi Kedaton berada dalam peta wisata Jalan Wan Abdul Rahman. Lokasinya berada di Jalan Wan Abdul Rahman nomor 1 sampai 3, Batu Putu, Teluk Betung Barat.  Untuk menuju lokasi tidak sulit. Semua kendaraan bisa melalui. Bahkan Big Bus sekali pun. Selain jalan utamanya sudah aspal dan beruas cukup lebar, parkiran Taman Wisata Bumi Kedaton cukup luas.

Saat tiba di pintu masuk, pengunjung mesti membayar tiket masuk Rp 10.000. Dari sana, terlihat jelas ada Taman Kartini yang memiliki spot foto dan kuda poni. Lalu, nampak jelas wahana malam. Atau Wahana Pasar Malam. Kemudian, jika berjalan atau berkendara ke arah kiri, maka pengunjung akan menemukan waterpark.

Ceritanya, pertama didirikan, Taman Wisata Bumi Kedaton menerapkan konsep Kebun Binatang. Orang-orang Lampung pun tahu kalau dulu, Bumi Kedaton adalah Kebun Binatang. Di sini, sempat ada harimau hingga gajah. Tapi, seiring waktu dan silih berganti pengelola, maka konsep tempat ini berganti.

Sekarang, masyarakat Lampung lebih mengenal Taman Wisata Bumi Kedaton sebagai tempat untuk menikmati keseruan bermain di dalam Waterpark. O iya, Bumi Kedaton memiliki arti Lho.

Pemilik dari lokasi ini adalah Mantan Gubernur Lampung Sachroedin ZP. Menurut Dwi Ernawati, mungkin karena anak dari Zainal Abidin Pagar Alam itu memiliki histori dengan kerajaan. Sebut saja, mungkin nama kerajaannya Kedaton. Yap.  Jika ada yang pernah mendengar kepaksian Paksi Pak Sekala Brak maka mungkin, begitulah Kedaton. Tapi, kebenaran cerita ini perlu diteliti kembali. Karena ini masih dari satu narasumber saja.

Kembali lagi ke destinasi wisata Taman Bumi Kedaton. Area rekreasi keluarga ini memiliki luas kurang lebih mencapai 15 hektar. Di sini, ada Waterpark, Taman Kartini, Agrowisata, Wahana Pasar Malam, Spot untuk menikmati keindahan alam dan Tribun untuk pameran lalulintas. Namun, yang saat ini beroperasi dan selalu ramai dikunjungi adalah Waterpark, Taman Kartini dan Wahana Pasar Malam.

Kita coba wahana rekreasi keluarga bumi kedaton yang menjadi minat masyarakat. Tapi, sebelum membahas satu persatu wahana berlibur itu, ada informasi. Jadi, Taman Wisata Bumi Kedaton mulai beroperasi sejak tahun 2012. Namun, sejak 2014 sampai 2020, area ini sempat vakum. Barulah ramai kembali sejak kedatangan Ir. Dwi Ernawati.

Sensasi Luar Biasa Mandi Sabun di Kolam Renang

Sekarang mari kita masuk ke dalam Wahana Waterpark Taman Bumi Kedaton. Tapi, sebelum masuk akan lebih baik jika kita mematuhi protokol kesehatan. Baiknya, kita cuci tangan dulu agar steril dari virus dan kuman.

Jika pengunjung ingin berenang dan bersenang-senang di sini, harga tiketnya 30.000. Tapi, ada promo buat rombongan dari sekolah. Kalau dari sekolah, untuk satu orang hanya dikenakan biaya 25 rb. Nah, untuk guru yang membawa sepuluh murid, akan menerima bonus satu tiket masuk. Sedangkan untuk TK. Dikenakan biayan 25 rb. Biaya 25 Rb itu untuk murid dan orang tua Lho. Nah,  untuk mahasiswa yang memiliki kartu mahasiswa, akan mendapat biaya promo juga.

Waterpark ini mulai buka pukul 08.00 hingga 17.00 Wib. Dulu, sebelum pandemi, waterpark Bumi Kedaton buka setiap hari. Pada hari senin hingga rabu, tempat ini selalu dikunjungi berbagai siswa dari sekolah yang berbeda. Namun, seiring ada kebijakan belajar dari rumah maka anak-anak sekolah tidak lagi olahraga berenang di sini. Karena itu, jadwal buka Waterpark ini mulai dari hari Kamis hingga minggu saja.

Waterpark ini memiliki 4 kolam. Ada kolam olimpic untuk dewasa, water slide untuk anak-anak, kolam renang arus untuk dewasa dan kolam arus untuk anak-anak. Namun, seiring pandemi dan mesti mematuhi protokol kesehatan maka yang masih beroperasi dari Kamis hingga Minggu hanya kolam renang water slide saja. Tapi, untuk kolam arus anak buka juga. Namun, hanya Sabtu dan Minggu atau saat hari libur nasional atau libur panjang.

Pengunjung yang berenang di sana akan merasakan sensasi yang tidak biasa. Karena, setiap pukul dua siang, ada wahana mandi sabunnya.

Buat yang tidak bisa berenang, jangan sedih. Karena tiap kolam memiliki kedalaman yang berbeda. Untuk kolam renang olimpic khusus dewasa memiliki kedalaman mulai dari 150-170 cm. Sedangkan kedalaman kolam anak-anak mulai 130-160 cm. Kedalaman kolam renangnya unik. Semakin ke tengah maka semakin dalam. Jadi, jangan bermain hingga ke tengah kalau tidak bisa berenang. Tapi, pengelola sudah menyiapkan keamanan lho. Di tiap kolam, ada penjaga yang siaga mengontrol selalu.

Kalau lapar setelah main air, di area ini ada kantin kok. Menunya mulai dari gorengan, mie instant, pop mie, es krim hingga craby krips. Tapi, kalau ingin membawa makanan sendiri, di sini juga boleh. Nah, untuk makannya tidak perlu khawatir. Karena, di sini ada banyak gazebo dan tempat-tempat yang sejuk serta datar untuk menikmati makanan. Tempat-tempatnya pun berada di bawah pohon. Jadi, sembari makan, pengunjung bisa menikmati udara yang segar serta suasana nan asri.

O iya, hampir saja lupa. Di area waterpark ini, ada aula atau gedung pertemuan Lho. Ruangnya cukup luas. Seratus orang mah pasti masuk. Selain itu, dari atas sana, pengunjung bisa memandang hijaunya alam pegunungan dan keseruan di dalam kolam renang. Lalu, saat Sabtu dan Minggu, pengelola menyediakan live musik. Pengunjung bebas bernyanyi. Dan yang pasti, tidak dipungut biaya apa pun.

Selain itu, kalau yang suka tantangan, area bermain ini juga memberikan fasilitas lho. Di sini, ada waterboam. Panjangnya bervariasi. Waterboam di sini bertingkat-tingkat. Berada di satu wilayah. Nah, untuk yang di tengah, panjangnya sekitar 25 meter. Sedangkan yang paling tinggi mencapai 35 hingga 40 meter.

Waterpark ini juga memiliki wahana lain. Wahana itu adalah kereta-keretaan. Untuk satu kali permainan, pengunjung dikenakan biaya sepuluh ribu rupiah.

Dwi Ernawati menerapkan Penghematan Biaya Operasional

Ngomong-ngomong, ada yang penasaran tidak tentang kenapa arus dewasa tidak beroperasi? Selain itu, mengapa ya waterpark ini hanya buka pada Kamis hingga Sabtu saja?

Kebijakan pemerintah adalah salah satu sebabnya. Destinasi wisata tidak boleh menerima kunjungan secara full. Sedangkan, pengelola memerlukan biaya untuk mengoperasikan mesin-mesin.

Tenaga mesin di waterpark Taman Wisata Bumi Kedaton cukup besar. Sehingga memerlukan energi dari listrik dan bahan bakar minyak yang cukup banyak. Demi menghemat biaya operasional, Dwi Ernawati menghemat daya. Jadilah, wahana yang sekarang beroperasi hanya kolam olimpic dan water slide anak-anak serta kolam arus anak-anak. Khusus kolam arus anak-anak, itu pun hanya dibuka pada Sabtu dan Minggu.

Kalau menurut Ernawati, dia akan mengoptimalkan mesin-mesin yang ada di waterpark. Dia ingin mengganti mesin yang tidak begitu memerlukan banyak energi. Untuk opsi yang kedua, dia akan mencoba mengoptimalkan satu mesin saja untuk mengoperasikan semua wahana yang ada di sini.

Melihat Bajaj di Taman Kartini

Jika sudah puas bermain air, pengunjung bisa menikmati udara yang segar dan sejuk di Taman kartini. Taman ini berada tepat di samping waterpark. Di sana, sudah tersedia tempat duduk. Selain itu, buat warga Lampung yang tidak pernah melihat keunikan bajaj secara langsung. Nah, jangan lupa mampir ke Taman Kartini jika mengunjungi Bumi Kedaton. Selain itu, di area ini ada kendaraan zaman kerajaan Lho. Ada juga kuda poni yang jinak.

Area ini cukup luas. Tidak kalah luas dengan waterpark. Di jamin berpeluh kalau mengelilingi Taman Kartini. Tapi, jangan khawatir. Bangku-bangku sudah tersedia di lokasi. Letaknya pun di bawah pohon yang cukup teduh.

Buat pengunjung yang suka berfoto. Taman Wisata Bumi Kedaton memiliki spot alam yang asyik. Letaknya berada di tengah waterpark dan Taman Kartini. Di sana, ada jembatan yang terbuat dari bambu. Dari jembatan itu, terlihat jelas betapa hijaunya alam Batu Putu. Selain itu, nampak kalau kota Bandarlampung masih memiliki hutan. []

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top