Human

Mengembalikan Mood dan Semangat di Bumi Kedaton

Oleh Muhammad Alfariezie

BERADA di area yang sepanjang perjalanan terlihat jelas pemandangan hijaunya pegunungan Batu Putu,  cukup menenangkan. Udaranya sejuk, banyak tertanam bunga-bunga berwarna cerah. Selain itu, tentu saja penat selama satu minggu akibat bekerja akan sirna. Hal ini sudah diteliti lho. Bahkan, penelitiannya dari Amerika. Penelitian itu menyimpulkan, orang yang memiliki penyakit tertentu kudu bermain ke alam yang masih asri. Pemandangan alam, dikatakan dalam penelitian itu, ternyata dapat meringankan beban pikiran, dapat menghilangkan rasa jenuh dan mengembalikan mood serta semangat.

Areanya sangat luas? Iya. Itu memang benar. Oleh sebab itu, Ir. Dwi Ernawati berkeinginan membangun konsep wisata alam modern di area ini. Katanya, kalau diberi kesempatan, dia ingin membuat area glamping, wahana offroad, agrowisata, taman tanaman yang bertuliskan nama-nama ilmiah, wahana berkuda mengelilingi luasnya Bumi Kedaton hingga membuat pondokan yang tertanam bunga-bunga serta mengarah ke pemandangan alam pegunungan.

FOTO-FOTO MJUHAMMAD ALFARIEZIE

Bukan tanpa alasan dia memiliki konsep seperti itu. Area rekreasi keluarga ini memang berpotensi untuk membangun gagasannya. Bahkan, di sini juga ada Lho tanaman Baobab.  Ceritanya, Sachroedin ZP memang menyukai tanaman-tanaman langka. Nah, Baobab itu dibawa langsung menggunakan helikopter. Tepatnya sekitar 9 tahun yang lalu. Tapi, karena tempat ini lama tidak mendapat perawatan yang maksimal, tanaman itu hampir rusak. Menurut Ernawati, lokasi tanaman itu berada, banyak berserak beling serta puing-puing bangunan dan botol-botol. Beruntung, Dwi Ernawati adalah sarjana agronomi. Dia tahu kalau itu salah satu tanaman langka yang harganya mahal. Berkisar 750 jutaan gitu. Karena itu, dia segera memagari area tanaman Baobab.

Kira-kira sanggup tidak mengelilingi area rekreasi keluarga Bumi Kedaton dalam waktu satu hari? Masih ada satu wahana lagi Lho yang belum Kabar Wisata bahas. Namanya Wahana Pasar Malam. Di tempat itu, ada permainan kincir angin, kora-kora, trampolin, kereta kuda, komedi putar dan halilintar.

Wahana pasar malam buka setiap hari. Jam bukanya mulai pukul 15.00-22.00 Wib. Tapi, khusus Sabtu dan Minggu, area bermain ini buka mulai pukul 10.00-22.00 Wib. Sedangkan untuk biaya menikmati permainan di dalamnya adalah sepuluh ribu rupiah.

Asyik tidak sih bermain di Bumi Kedaton? Tentu saja tidak akan terjawab bila enggan mengunjungi. Lokasi Taman Bumi Kedaton ini tidak sekadar sebagai area berlibur keluarga. Di sini, sering ada event-event Lho. Pernah ada event Kosplay, lomba Tik-tok, Fashion Show hingga lomba Make Up.

Wah mengelola tempat sebesar ini apa tidak lelah ya? Tentu saja sangat lelah jika mengerjakan sendiri.

Mengoptimalkan Tenaga Harian

Taman Wisata Bumi Kedaton memiliki pegawai tetap  16 orang. Itu terdiri dari pegawai kebersihan hingga keamanan dalam waterpark. Tapi, ada yang unik di sini. Guna mengoptimalkan pelayanan bagi pengunjung ketika libur panjang sekolah maupun hari besar, pengelola membuka kesempatan bagi masyarakat atau mahasiswa yang ingin bekerja sebagai pegawai harian. Cara itu, dirasa cukup optimal bagi Ernawati. Selain itu, karena cara ini, mahasiswa mendapat pengalaman berharga dan uang jajan.

Buat pengunjung yang belum ke sini, jangan khawatir perihal pelayanan. Pengelola akan memberikan pelayanan maksimal bagi tiap pengunjung. Tak terkecuali pada hari libur panjang.

Memang jam terbaik ke sini kapan? Menurut Ernawati dan beberapa pengunjung yang berhasil Kabar Wisata wawancara, jam terbaik ke sini mulai pukul 10.00-12.00 Wib. Selain itu, pada pukul 14.00-17.00. Nah, kalau untuk wahana pasar malam, tentu saja usai Maghrib atau Isya. Karena, pada saat itu, semua lampu menyala. Suasananya akan lebih cerah dan menggembirakan.

Penerangan Jalan di Sepanjang Jalan Wan Abdul Rahman

Kegembiraan yang ada di Taman Wisata Bumi Kedaton, sudah dirasakan beberapa masyarakat dari Palembang. Orang-orang Palembang memang sering berlibur ke sini. Terlebih, karena di sini ada resort juga.

Kendati tempat ini sering menerima kunjungan dari wisatawan luar daerah. Tapi, bukan berarti tidak ada kendala dalam pengelolaannya. Menurut pengelola, kendalanya adalah dari segi pengetahuan masyarakat Lampung. Banyak masyarakat yang belum mengetahui lokasi Batu Putu. Orang-orang pun masih bingung harus melalui jalur apa agar sampai ke Taman Wisata Bumi Kedaton. Sebabnya, angkutan umum belum melalui jalur ini.

Kendala yang lain adalah minimnya penerangan jalan di sepanjang Jalur Wan Abdul Rahman. Banyak pengunjung yang masih takut untuk berwisata ke Batu Putu. Saat malam, daerah ini memang terpantau sepi dan gelap. Sehingga banyak orang yang takut terjadi tindak kriminal. Karena itu, pengelola sangat berharap kepada Pemerintah Provinsi maupun Kota Bandarlampung agar memasang penerangan jalan di sepanjang jalur Wan Abdul Rahman. Terlebih, area itu merupakan peta destinasi wisata.

Pengelola pun berharap agar pihak kepolisian membangun pos pantau di sana. Pengelola ingin menjamin keamanan bagi tiap pengunjung. Selain itu, tentu saja bagi masyarakat yang berada di sekitar destinasi wisata.

Harapan lain dari pengelola adalah kebijakan terkait pandemi covid 19. Pengelola ingin diikutsertakan dalam tiap pengambilan keputusan. Bagaimana pun, menurut pengelola, tiap kebijakan yang dibuat pasti menimbulkan dampak bagi destinasi wisata. Selama ini, berdasarkan pengalaman—

Pengelola wisata tidak pernah diikutsertakan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan. Sehingga yang terjadi, destinasi wisata kerap merugi tiap ada kebijakan baru terkait pandemi virus corona. []

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top