Apa Untungnya Berselisih?

Oleh Gufron Aziz Fuadi

Allah berfirman:

(وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّذِينَ تَفَرَّقُواْ وَاخْتَلَفُواْ مِن بَعْدِ مَا

جَاءهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَأُوْلَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ)

“Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang berpecah-belah dan berselisih setelah datang kepada mereka penjelasan-penjelasan. Dan bagi mereka itu adzab yang pedih.” (QS. Al Imran: 105)

Dalam surat yang lain:

(وَلَوۡ شَاۤءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ ٱلنَّاسَ أُمَّةࣰ وَ ٰ⁠حِدَةࣰۖ وَلَا یَزَالُونَ مُخۡتَلِفِینَ)

“Dan jika Tuhanmu menghendaki tentunya manusia dijadikan umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih kecuali orang yang dirahmati Allah.” (QS. Huud: 118)

Apa untungnya berselisih?

Sebagaimana firman Allah swt di atas tidak bisa dipungkiri bahwa kita memang sering berselisih. Meskipun sadar, kita tidak ingin berselisih dengan siapa pun mengingat dampak yang ditimbulkannya.

Kalau berselisih dengan pasangan (suami/istri)
Meskipun kita menang
Perasaan sayang dan kehangatan pasti akan berkurang

Kalau berselisih dengan pelanggan
Meskipun kita menang
Pelanggan tetap akan lari

Kalau berselisih dengan teman sekerja
Meskipun  kita menang
Tiada lagi semangat bekerja dalam tim

Kalau berselisih dengan boss
Meskipun kita menang
Tiada lagi masa depan di tempat itu

Kalau berselisih dengan keluarga
Meskipun kita menang
Hubungan kekeluargaan akan renggang

Kalau berselisih dengan teman
Meskipun kita menang
Yang pasti kita akan kekurangan teman

Berselisih dengan siapa pun
Meskipun kita menang
Pada prinsipnya kita kalah
Ya kalah oleh hawa nafsu dan sikap egois kita

Dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah Saw

bersabda: “Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka akan diampuni semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun, kecuali dua orang laki-laki yang terdapat permusuhan antara dia dengan saudaranya. Maka dikatakan: ‘Tangguhkan oleh kalian kedua orang ini, sampai keduanya berdamai. Tangguhkan oleh kalian kedua orang ini, sampai keduanya berdamai. Tangguhkan oleh kalian kedua orang ini, sampai keduanya berdamai.’” (HR. Muslim)

Jadi siapa yang menang bila kita berselisih?

Yang menang adalah ego diri sendiri, yang unggul (naik) adalah emosi dan yang kalah dan jatuh adalah citra-nya sendiri.

Jadi sebenarnya tidak ada artinya kita menang dalam berselisih.

Maka ungkapan para bijak, bisa menjadi renungan kita: “Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun,

Karena yang menyukaimu tidak butuh (penjelasan) itu dan yang membencimu tidak percaya (penjelasan) itu.”

“Jika datang kepadamu gangguan, jangan berpikir bagaimana cara membalas dengan yang lebih pedih, tapi berpikirlah bagaimana cara membalas dengan  yang lebih baik.”

“Sibukkan diri dalam kebaikan. Hingga keburukan lelah mengikutimu.”

Wallahua’lam bi shawab. []