Rezeki itu Seperti Mati

Oleh Gufron Aziz Fuadi:

DARI tulisan kemarin, โ€œUang Jin Dimakan Setanโ€, ada yang bertanya: mana lebih kuat, jin dengan setan?

Ya, secara srampangan, setan lebih kuat. Terbukti setan berani dan bisa makan uangnya jin.

Jin adalah sebutan untuk makhluk yang tercipta dari api. Iblis adalah bapak dari jin yang mendurhakai Tuhannya. 

Adapun setan adalah sifat untuk menyebut setiap makhluk yang jahat, membangkang, tidak taat, suka membelot, suka maksiat, suka melawan aturan, atau semacamnya, baik dari golongan jin maupun manusia.

Golongan Jin yang tunduk kepada Iblis disebut setan. Setan merupakan sifat buruk yang dinisbatkan kepada Jin dan manusia yang durhaka.  Perbedaan Jin, Setan dan Iblis dapat diketahui dari sifat-sifat dan perilakunya. Al-Qur’an dan Hadis banyak bercerita tentang Jin, setan, Iblis dan Malaikat. Mereka semua adalah makhluk ghaib yang setiap muslim wajib mengimaninya. Hal ini diterangkan dalam Al-Qur’an:

ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ููˆู’ู†ูŽ ุจูุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุจู ูˆูŽ ูŠูู€ู‚ููŠู’ู…ููˆู’ู†ูŽ

ุงู„ุตูŽู‘ู„ูฐูˆุฉูŽ ูˆูŽ ู…ูู…ูŽู‘ุง ุฑูŽุฒูŽู‚ู’ู†ูฐฺพูู…ู’ ูŠูู†ู’ููู‚ููˆู’ู†ูŽ

“(yaitu) Mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan sholat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” (Al Baqarah: 3)

Ghaib adalah sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh pancaindra, tidak tampak dan tidak dapat dijangkau akal manusia. Termasuk yang ghaib ialah: Allah, para Malaikat, hari kiamat, surga, neraka, mahsyar, Jin, Iblis dan Malaikat. Pangkal iman kepada yang ghaib ialah beriman kepada Allah.

Lalu apa perbedaan Jin, Setan dan Iblis? Dalam satu Hadis diterangkan:

“Malaikat diciptakan dari cahaya, Jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan (diceritakan) kepada kalian.” (HR Muslim)

Menurut bahasa Arab, Jin memiliki arti sesuatu yang halus dan tersembunyi. Dia kasat mata dan tidak bisa dilihat. Golongan jin memiliki karakter pendusta dan bersifat lemah. Di antara mereka ada yang beriman dan ada pula yang kafir. Keberadaan Jin sebagai makhluk Allah tidak berbeda jauh dengan manusia. Mereka ada yang muslim, kafir, jin laki-laki dan perempuan, ada yang berperangai baik dan ada pula yang buruk. Mereka juga kawin dan beranak pinak. Jumlah mereka sangat banyak karena mereka berumur panjang, jauh lebih panjang dari umur manusia.

Sedangkan setan, Ibnu Jarir menyatakan, setan dalam bahasa Arab adalah setiap yang durhaka dari Jin, manusia atau hewan, atau dari segala sesuatu.

Alquran menjelaskan: “Kami jadikan para Nabi itu musuh-musuh setan, yaitu dari jenis manusia dan Jin.” (QS. Al-An’am : 112)

Rasulullah bersabda: “Sungguh, aku melihat setan-setan Jin dan manusia lari dari Umar.” (HR. at-Tirmidzi)

Saat Iblis menentang Allah dan kemudia diusir dari surga dia bersumpah untuk menyesatkan manusia:

“Iblis menjawab, โ€˜Karena Engkau telah menghukumku tersesat, maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. (Al-Aโ€™rรขf/7:16-17)

Janji dan sumpahnya dilakukan dengan berbagai cara. Cara-cara yang digunakan setan antara lain menjadikan sesuatu yang mungkar terlihat sebagai suatu kebaikan, menamai perbuatan maksiat dengan nama-nama indah yang disenangi, menamai amal baik dengan nama yang tidak disukai (mis: rajin ke masjid: radikal), menakut-nakuti dengan angan-angan kemiskinan dan penderitaan, dan menyesatkan secara bertahap.

“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa wanita-wanita, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (Ali Imran: 14)

Kesenangan manusia sebagaimana ayat diatas betul betul dimanfaatkan setan untuk menyesatkan manusia, sehingga manusia bukan sekedar rela tapi bersemangat mendapatkannya (3T) tanpa mempedulikan halal haram nya. Meskipun akhirnya semua yang didapatnya dimakan oleh setan dalam bentuk: sakit sakitan, kecelakaan, anaknya pethakilan dan atau narkoba, keluarganya berantakan bahkan ditangkap kpk dan masuk penjara dst.

Bagaimana mengetahui harta dan tahta yang kita miliki termasuk “uang jin” atau berkah?

Secara sederhana, dulu ibu saya selalu mengingatkan, kalau makanan mu sering basi dan terbuang percuma maka harus hati hati jangan jangan uangmu tidak berkah!

Apa itu berkah? Barokah atau berkah bukan hanya cukup dan mencukupi saja, tapi barokah juga bermakna bertambahnya ketaatanmu kepada Allah dengan segala keadaan yang ada, baik berlimpah atau kekurangan. 

Sebab, Albarokatu tuziidukum fi thoah. Barokah menambah taatmu kepada Allah.

Dengan kata lain, harta dan tahta yang berkah akan membuat seseorang semakin bertakwa, banyak beramal shaleh, merasa aman terhadap harta dan jabatannya, bertambah rasa syukurnya dan membawa kemanfaatan yang banyak bagi dirinya dan orang lain.

Itulah beberapa tanda harta yang berkah. Imam Hasan Al- Bashri berkata: “Aku tahu rezekiku tidak mungkin tertukar dengan rizki orang lain, karenanya hatiku tenang. Aku juga tahu amal-amalku tidak bisa digantikan oleh orang lain, maka kusibukkan diriku bekerja dan beramal.”

Rezeki itu seperti mati, dia akan mendatangi pemiliknya tanpa keliru, meskipun seribu polisi menjaganya.

Wallahua’lam bi shawab. []