Human

Hikmah di Balik Penghinaan Nabi Saw

Oleh Gufron Aziz Fuadi

JORAM van Kleveren, mantan politisi sayap Belanda yang sangat anti Islam, menjadi mualaf, dan sekarang menjelaskan keunggulan Islam kepada masyarakat belanda.

Belakangan ini jubir partai sayap kanan Hindu (BJP) India juga melakukan pelecehan kepada nabi Muhammad Saw.

Beberapa negara mengecam pernyataan tersebut. Banyak umat Islam dunia yang marah, meradang, dan kecewa. Tapi tidak sedikit umat Islam yang masa bodoh dan tidak ambil peduli, saat Nabinya dilecehkan.

Dulu, sudah menjadi pemahaman yang dikenal luas di kalangan pasukan kaum Muslimin di Syam, apabila mereka kesulitan menaklukkan benteng ahlul kitab atau musyrikin yang mereka kepung lalu pengepungan itu berlangsung dalam waktu lama hingga musuh mencaci maki Rasulullah saw. Maka, saat itulah kaum Muslimin merasa optimis bahwa benteng itu akan segera ditaklukkan, dan Allah akan segera membalas kejahatan musuh tersebut. Pengalaman ini terjadi berulang-ulang, karena membuktikan kebenaran firman Allah:

(إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلۡأَبۡتَرُ)

“Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah”. (al-Kautsar: 3)

Setelah perjanjian Hudaibiyah, antara muslim madinah dengan kafir Quraisy, rasulullah berdakwah dengan cara mengirimkan surat kepada para raja dan kaisar.

Dan para raja dan kaisar menanggapi nya dengan cara yang berbeda beda.

Kisra (kaisar imperium Persia) misalnya, merendahkan dan merobek-robek surat Nabi saw tersebut, maka tak lama kemudian sang kaisar dibunuh oleh anaknya  dan kemudia Allah pun merobek-robek kerajaan para Kisra hingga kekaisaran Persia hancur berkeping-keping takluk di masa khalifah Umar bin Khatab.

Sebaliknya kaisar Romawi Heraclius, dan raja Muqauqis dari Mesir menghormati surat Nabi saw, Allah pun membiarkan kerajaan mereka tetap ada dalam waktu yang cukup lama. Begitulah kata Ibnu Taimiyah dalam, al-Jawab ash-Shahih, 4/430••

Maka bila akhir-akhir ini ada banyak orang yang mencela dan menghina Nabi beserta ajaran yang dibawa oleh nabi,  yaitu Islam, maka boleh jadi itu adalah tanda-tanda akan kejayaan Islam.

Oleh karena itu kita sebagai seorang muslim mawas diri, harus pandai membawa diri agar kita, jangan sampai ikut ikutan dalam gerbong orang kafir dan munafik yang gemar mencela dan melecehkan nabi Muhammad Saw.

Sebab, bagi pencela nabi akhir hidupnya pasti akan celaka. Saya katakan pasti, Karena ini janji Allah dalam al Quran sebagai mana dalam surat al kautsar dan juga diabadikan dalam surat al lahab yang merupakan jawaban Allah atas celaan yang dilontarkan Abu Lahab kepada nabi Muhammad Saw.

Surah Al Lahab

1. تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!

2. مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ

Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.

3. سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ

Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka).

4. وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ

Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).

فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَد

Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.

Dan sejarah menceritakan, bahwa Abu lahab mati dalam kondisi yang sangat mengenaskan dengan penyakit koreng yang sangat baik di sekujur tubuhnya dan tergeletak ditengah jalan tanpa ada yang bersedia menguburkan nya secara layak, baik itu keluarganya apalagi teman-teman kariernya.

Karena saking menjijikkannya.

Sehingga akhirnya,  mayat busuk dan bau itu didorong-dorong dengan kayu panjang ke sebuah lobang dan kemudian dilempari  batu dari kejauhan sampai terkubur mayat busuk Abu Lahab yang pencela Nabi.

Semoga Allah menguatkan kita dalam iman dan Islam serta menyuburkan rasa cinta kita kepada baginda nabi Muhammad Saw dan Allah bangkitkan kita di Hari kiamat bersama dengan Nabi yang kita cintai beserta para syuhada, sholihin, dan sidiqin.

Sejarah selalu berulang.

Wallahua’lam bi shawab. []

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top