Gema Ramadan

Istimewanya Shalat Subuh

Oleh Gufron Aziz Fuadi

SENANG rasanya melihat jamaah Shalat Subuh di masjid begitu ramai. Biasanya hanya dua shaf (baris) ini mencapai enam shaf. Shalat subuh memang merupakan shalat yang paling susah. Karena waktu shalat subuh adalah waktu enak enaknya meringkuk di tempat tidur. Sehingga sholat berjamaah yang paling sepi hampir di semua masjid ya sholat subuh.

Bila empat hari yang lalu cukup ramai bisa dimaklumi karena hari itu merupakan hari pertama bulan Ramadhan. Gairah untuk beribadah sedang tinggi.

Dan sekarang setelah kita memasuki hari keempat, sedikit berkurang menjadi empat shaf lebih sedikit. Mudah mudahan ini batas terakhir, dan tidak berkurang lagi paling tidak selama Ramadan.

Shalat Subuh (baca: jamaah shalat subuh di masjid) adalah barometer kekuatan umat Islam. Karenanya, banyaknya jamaah shalat subuh di masjid adalah hal sangat tidak disukai bahkan sangat ditakuti oleh para pembenci dan pendengki Islam.

Seorang tokoh gerakan Islam pernah mengatakan bahwa bila jamaah shalat subuh bisa seramai jamaah shalat maghrib dan jamaah shalat maghrib bisa mendekati ramainya jamaah shalat jumat maka saat itu terjadi tidak ada alasan lagi bagi Islam untuk tidak jaya.

Artinya, kejayaan Islam sangat tergantung dengan sejauh mana gairah umat Islam dalam memakmurkan masjid, khususnya sholat  lima waktu berjamaah. Teristimewa sholat subuh.

Saking istimewanya Shalat Subuh sampai sampai dalam kumandang adzan perlu ada kalimat tambahan: Ashshalatu khairum minan naum.. Shalat (Subuh) itu lebih baik daripada tidur.

Allah menegaskan betapa tingginya kedudukan shalat subuh dengan firman-Nya:

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآَنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآَنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (Qs. Al-Isra’: 78)

Abu Hurairah Radhiallahu‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Malaikat bergantian melihat kalian pada siang dan malam. Para malaikat itu bertemu di Shalat Subuh dan Shalat Ashar. Kemudian yang bermalam dengan kalian naik (ke langit) dan ditanya oleh Rabb mereka, dan Dia lebih tahu keadaan hamba-hambaNya, Bagaimana kondisi hamba-hambaku ketika kalian tinggalkan?’ Para malaikat menjawab, ‘Kami meninggalkan mereka dalam keadaan shalat, dan kami mendatangi mereka dalam keadaan shalat.” (HR. Bukhari-Muslim).

Mungkin di antara kita banyak yang belum pernah  membayangkan bahwa kita akan shalat non stop dari isya sampai subuh tanpa tidur sebagaimana para ulama raksasa jaman dulu semisal Abu Hanifah, Abdullah bin Mubarak dan lainnya yang betul betul perna dan mampu shalat sepanjang malam. Mungkin mustahil menurut kita untuk kita. Tetapi Rasulullah menjamin pahala yang semisalnya.

“Rasulullah SAW pernah bersabda, “Barang siapa salat isya berjamaah (di masjid), maka ia bagaikan salat (sunah) setengah malam, dan barang siapa salat subuh (di masjid) secara berjamaah, maka ia bagaikan salat (sunah) semalam penuh.” (HR. Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi).

Abu Musa Al-asy’ari meriwayatkan bahwa, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mengerjakan Shalat Bardainyaitu Shalat Subuh dan Ashar maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah sholat isya dan sholat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651).

Pada zaman Rasulullah SAW, ketika beliau ingin menyerang suatu kaum, maka beliau menundanya hingga datang waktu subuh. Hal tersebut disampaikan dalam hadis:

“Rasulullah apabila hendak menyerbu suatu kaum, beliau menundanya hingga tiba waktu subuh.” (HR. Bukhari)

Dahulu, pasca meletusnya perang Mesir-Israel tahun 1973 ada seorang tantara Mesir yang mengajak tantara Yahudi yang paham berbahasa arab berbicara. Tentara Mesir tersebut mengatakan:

“Demi Allah, kami akan memerangi dan mengalahkan kalian sampai ada di antara kalian yang bersembunyi di balik pohon dan batu. Kemudian pohon dan batu itu mengatakan, ‘Hai hamba Allah, hai muslim, ini ada Yahudi di belakangku, ke mari dan bunuhlah dia.” .

Tentara Yahudi menjawab, “Semua itu tidak akan terjadi sebelum sholat subuh kalian sama dengan sholat Jumat.”

Bahkan saking istimewanya shalat subuh, shalat sunnat qobliyah subuh bernilai lebih baik dari dunia beserta isinya. Sebagaimana disabdakan oleh nabi Muhammad saw: “Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” (HR. Muslim 725).

Selanjutnya shalat subuh menjadi salah satu penghalang untuk orang-orang yang menjalankannya masuk ke neraka.

Hadis riwayat Muslim menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda yang berbunyi: “Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan sholat sebelum terbitnya matahari (yaitu sholat subuh dan sholat sebelum tenggelamnya matahari yaitu sholat ashar.” (HR. Muslim no. 634).

Maka dari itu, lakukanlah Shalat Subuh maupun shalat lainnya dengan hati yang ikhlas dan niat karena Allah SWT.

Wallahua’lam bi shawab. []

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top