Sajak

Sajak-sajak Marisa Rahmashifa

GERBANG KEDATANGAN

Kekasih, jangan menungguku di gerbang kedatangan. Sebab, tahun ini tak ada kepulangan yang patut dirayakan. Melainkan pesta pagi dan petang yang tergelar di panggung matamu. Tiada berakhir, berdetak dan meleleh dalam segara pelukanku.

Di kakiku tumbuh akar beringin, rindunya menyudahi semua ingin. Dedahanan menembus celah dadamu. Cinta menyebrangi segala musim, berdiri atas dedaunan gugur, berdiri untukmu kekasih.

Dan sebelum gerbang kedatangan terkunci, cinta selalu berpulang dan merayakan segala-galanya di pelukanku dan binar matamu.

2021

SELEMBAR

Manusia memahat
Jaring-jaring waktu
di selembar pikirannya.
Tak ada tanda koma,
Melainkan bayang
resah dan ingin.
Yang terus berdetak bisu,
menyebrangi puluh detik,
Hingga bertanya
“sedang apa?”

2021

PERAHU HINGGAP

Di bibir pantai
Sunyi ombak
menggilas bayang-bayang

Wajah pasi memudar
Langit mulai temaram
Menimang bulan dan bintang

Seketika senyum mengembang
Perahu hinggap menuju
ulu hatiku yang karam
Oleh penantian panjang

2021

DARI MATA JENDELA

Dari mata jendela
Aku menghitung lalu lalang
Punggung dan wajah
Menjumlahkannya sewaktu
matahari tiba
mengkalikan dengan rasa percaya

Di malam paling nestapa
Angka-angka karam
Dihantam badai
Menyisakan dirimu
Yang berdiri
Di atas tungkai kesetiaan

Sementara aku melupakan
yang pergi dan
menggenggam yang di sisi

2020

TAMAN RINDU

Di kerut-kerut wajahmu,
Kulihat taman rindu merimba.
Buah-buahnya jatuh,
menghempas mata-mata sendu

Di jalan setapak pada garis tanganmu,
Mimpi-mimpiku berteduh.
Mengudara tiap waktu
Oleh kedua lenganmu

Dan dari mulutmu cinta mengalir,
Aku tenggelam dan bertemu tenang.

2021

TIADA LARA MENEPI, TIADA TANGAN YANG SEMBUNYI

Adakah yang lebih lara?
Dari sekujur kota yang bersimbah darah
usai keadilan terampas sempurna

Dari senyum mereka yang luruh
Aku termangu, nurani menyalang
Harapan-harapan terhunus,
di pistol senapan.

Dan tiada lara menepi
Tiada tangan jua yang sembunyi
dari kebiadaban
yang menjarah bumi

2021

—————-
Marisa Rahmashifa, penggiat sastra berdomisili Malang. Mengenyam pendidikan strata 1 di UIN Malang jurusan Sastra Inggris. Karyanya puisi, esai dan cerpen pernah dimuat di beberapa media online dan offline seperti Republika, Kedaulatan Rakyat, Harakatuna, Rahma.id.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top