Human

Cantiknya Alam Lampung dari Puncak Mas

Oleh Muhammad Alfariezie

SEBAGAI kota besar, Bandar Lampung kurang afdol jika tidak memiliki tempat rekreasi keluarga. Apalagi, tradisi baru orang-orang kota yang sibuk bekerja memerlukan tempat berlibur.

Dalam pantauan LaBRAK.CO, Kota Tapis Berseri menjadi daerah wisata yang selalu dikunjungi orang dari berbagai daerah. Saat ini, wisata di Lampung tidak melulu laut. Tapi, ada juga wisata alam modern yang identik dengan masyarakat zaman Now. Salah satu area rekreasi yang terletak di Bandarlampung, yang identik dengan kaum millenial dan selalu menerima kunjungan wisatawan dari berbagai daerah adalah Puncak Mas.

Area rekreasi keluarga ini terletak di pinggiran kota Bandarlampung. Alamat lengkapnya di Jalan PB. Marga, Sukadana Ham kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung.

Lokasi ini tidak mungkin ramai pengunjung jika aksesnya sulit. Akses menuju lokasi sangat bagus. Ruasnya lebar dan sudah diaspal. Memang belum dilalui kendaraan umum. Tapi, pemandangan di sepanjang perjalanan kecamatan Sukadaham cukup indah. Tertanam berbagai pohon cemara, pinus serta bunga-bunga maupun rumput-rumput hijau. Bisa dikatakan, daerahnya masih alami sehingga udaranya pun sejuk dan asri. Selain itu, di sana terlihat banyak yang berjualan buah pisang, durian, manggis, pepaya hingga rambutan. Buat pengunjung yang menempuh jarak jauh dan membawa kendaraan pribadi— di lokasi sukadaham sudah ada pom bensin juga.

Berpadu dengan Kearifan Modern

Puncak Mas adalah tempat rekreasi alam yang memadukan kearifan modern. Di sini, ada tanaman hias yang mempercantik halaman. Terhampar juga rumput gajah yang hijau dan segar. Tanaman itu berpadu dengan spot-spot foto yang berwarna cerah.

Pengunjung yang berasal dari kota Palembang, yang bernama Iren Dewi Sartika mengatakan, keunggulan berwisata di Puncak Mas adalah tempatnya yang bagus, elegant dan lokasinya yang berada di perbukitan. Katanya kepada Labrak.co, di sini ada 3 pemandangan yang indah. Dari rumah pohon yang berada di ketinggian, kita bisa menyaksikan pegunungan Lampung yang masih sangat hijau. Selain itu, kita juga bisa memandang perkotaan Bandarlampung dan luasnya laut di sepanjang pesisir Lampung.

Berdasarkan keterangan Pegawai Puncak Mas bagian Customer Relationship Andre, wisatawan yang ingin menikmati udara segar dan kecantikan pemandangan kota Bandarlampung dari ketinggian rumah pohon tidak sama sekali dipungut biaya. Pengunjung cukup membayar tiket masuk.

Harga tiket masuk ke Puncak Mas dihitung dari perorangan dan satu kendaraan. Dua puluh ribu adalah harga untuk satu orang. Sedangkan sepuluh ribu adalah harga untuk satu mobil. Untuk motor, hanya dipungut biaya tiga ribu rupiah.

Luas Area Puncak Mas mencapai 5 hektar. Namun, yang baru digunakan dua hektar saja. Di sana, ada tiga rumah pohon, wahana bermain anak, panggung untuk live musik, cotagge, caffe, tempat makan hingga spot foto sepeda gantung.

Rumah Pohon Cinta hanya untuk Dua Orang

Berdasarkan pemantauan dan wawancara Labrak.co dengan pegawai Puncak Mas bagian Customer Relationship Andre, ada spot foto yang menjadi andalan pengunjung. Spot itu adalah rumah pohon. Warnanya Pink. Namanya adalah rumah Pohon Cinta. Tapi, untuk ke atas sana tidak boleh lebih dari dua orang. Pengelola sengaja mendesain spot foto itu untuk dua orang saja.

Namanya juga rumah pohon cinta. Akan lebih berkesan jika memandang hijaunya kota Bandarlampung di atas sana bersama pujaan hati. Mungkin, hasil selfie bersama pasangan akan lebih romantis dari atas sana.

Khusus rumah pohon cinta memang tidak boleh dinaiki lebih dari dua orang. Takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena tempatnya yang tidak cukup lebar. Selain itu, bobot maksimal pun telah ditentukan.

Rumah Pohon Terbalik Puncak Mas

Selain rumah pohon cinta, Spot foto yang digemari pengunjung Puncak Mas adalah rumah pohon terbalik. Dinamakan rumah pohon terbalik tentu saja karena bentuknya. Rumah ini memang tidak umum. Pengelola sengaja mendesain genting menjadi bagian bawah dan ubin sebagai atap rumah. Hal ini dikarenakan untuk menarik perhatian setiap pengunjung.

Oktavia Sani mengaku baru pertama kali mengunjungi Puncak Mas. Perhatian mahasiswa semester ganjil Universtitas Teknokrat Indonesia itu tertuju pada Rumah Pohon Terbalik. Katanya kepada Labrak.co, melihat desain rumah pohon itu sama seperti melihat animasi yang keren di dalam dunia cartoon. Dia merasa seperti berada di alam fantasi yang menyenangkan.

Pengunjung Tidak Pernah Menyelesaikan Tantangan

Adrenalin Anda akan sangat teruji jika menjajal wahana atau spot foto sepeda gantung khas Puncak Mas. Panjang jalur sepeda gantung ini mencapai sekitar 30 meter. Tingginya cukup lumayan. Kebanyakan pengunjung yang menjajal spot ini tidak pernah menyelesaikan tantangan. Rata-rata dari pengunjung Puncak Mas yang mencoba wahana ini hanya untuk berfoto. Mereka yang sudah naik sepeda gantung pasti berteriak.

Khusus sepeda gantung dikenakan tarif. Tarif perorang 30 ribu rupiah. Hasil biaya tiket itu diperuntukkan untuk perawatan wahana. Terlebih, wahana ini memerlukan perawatan agar keamanannya selalu terjaga. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dirawat dari wahana sepeda gantung adalah tiang penyanggah menara. Selain itu, tentu saja tali seling yang diperuntukkan jalur sepeda.

Ketika Jari-Jemari Angin Membelai Rambut

Pengelola Puncak Mas ingin selalu menyuguhkan kesan yang tidak terlupakan bagi tiap pengunjung. Selain rumah pohon yang menjadi objek kesukaan pengunjung, pengelola menyediakan tempat sholat di atas pohon.

Dari ketinggian itu, terasa sekali angin perbukitan Sukadaham yang sejuk. Rasanya segar sekali. Apalagi ketika jari-jemari angin membelai rambut. Beribadah akan semakin khusuk bagi sebagian orang. Bagi sebagian lagi yang takut ketinggian jangan khawatir akan ketinggalan waktu ibadah sholat jika mengunjungi tempat wisata ini. Pengelola Puncak Mas sudah menyediakan mushola yang letaknya di atas tanah. Alias tempat ibadah di area yang normal.

Letaknya tidak terlalu jauh dari lokasi wisata. Letaknya berada di sebelah area tempat makan.

Anak-anak Sekolah Berjasa Mempromosikan Puncak Mas

Nama Puncak Mas sendiri memiliki arti. Kata puncak tentu saja diambil berdasarkan geografi tempat. Lokasi ini memang berada di ketinggian. Buktinya sangat jelas sekali dataran kota Bandar Lampung jika melihat dari sini. Sedangkan kata Mas, menurut Hensilyana Berthi dan Ahmad Radja Maskakar, kata Mas diambil dari nama keluarga. Bisa dari nama pemilik tempat yakni Thomas Aziz Riska. Tapi, bisa juga dari nama ayahnya atau kakeknya Ahmad Radja Maskakar. Namanya   Mas Thohir. Jadi, bisa dikatakan Puncak Mas adalah salah satu persembahan Thomas Riska kepada sang Ayah. Namun, ini hanya pendapat Labrak.co. Perlu informasi dari yang bersangkutan untuk memastikan kebenaran filosofi nama Puncak Mas.

Menurut pengetahuan Andre, pemilik Puncak Mas Tomas Aziz Riska tidak mengonsep area wisata ini secara terencana. Andre mengatakan, konsep tempat ini menyesuaikan kebutuhan millenial sehingga pembangunan spot dan wahana menyeimbangkan perkembangan zaman.

Senada dengan Andre, Pengelola Puncak Mas Hensilya Berthy menambahkan. Dulu, lokasi ini hanya ditanami pohon-pohon durian. Lokasi ini hanya diperuntukkan keluarga. Tapi, karena melihat tempat ini berpotensi maka suami saya (Thomas Aziz Riska) berinisiatif untuk membuat lokasi wisata yang instagramable.

“Anak-anak sekolah ikut berjasa lho dalam mempromosikan Puncak Mas. Mereka yang lebih dulu datang dan memosting hasil selfie dan weefie di sini ke dalam instagram dan media sosial lain. Karena itu, orang-orang pun mengetahui di Bandar Lampung ada destinasi wisata baru yang patut dikunjungi,” lanjutnya.

Pertama sekali diperuntukkan umum, pengelola sempat mempertahankan buah durian di lokasi Puncak Mas. Salah satu tujuannya untuk menjadikan durian sebagai objek wisata Puncak Mas. Tapi, pengelola mendapat masukan dari pengunjung.

Waktu itu, ada pengunjung yang wajahnya terdapat bekas luka karena kejatuhan buah durian. Muncullah inisiatif untuk tetap melestarikan pohon durian yang sebagian untuk memperindah atau berteduh dan menyejukkan suasana. Tapi, sebagian dijadikan rumah-rumah pohon.

Pengunjung tidak perlu khawatir akan kejatuhan durian. Pengelola melalui pegawai di lapangan selalu mengambil buah durian di area spot bermain hingga foto demi kenyamanan dan keselamatan bersama.

Bandar Lampung Terlihat Meriah dari Perbukitan

Kalau ingin mengunjungi Puncak Mas pada hari apa saja ya? Puncak Mas adalah destinasi wisata yang memberi pelayanan maksimal bagi wisatawan. Area rekreasi keluarga ini buka dari senin hingga senin. Jam bukanya mulai dari pukul setengah delapan pagi hingga jam sepuluh malam.

Menurut Andre, setiap hari tempat ini selalu ramai pengunjung. Kalau weekend yaitu sabtu dan minggu mulai dari pagi hingga malam. Tapi, kalau hari-hari biasa maka ramainya pada malam hari.

Masih berdasarkan keterangan Andre, pengunjung senang datang pada malam hari karena pemandangan kota. Menurutnya, jika malam hari maka kota Bandarlampung terlihat terang dan meriah dari atas perbukitan.

Selain berfoto, tujuan wisatawan mengunjungi Puncak Mas adalah untuk menikmati udara segar perbukitan dan pemandangan alam juga kota Bandarlampung. Dari sini, terlihat jelas seluruh kota Lampung yang dikelilingi gunung dan laut.

Pengunjung yang berasal dari luar Provinsi Lampung bisa menikmati suasana malam dan pagi di alam perbukitan Lampung. Di area wisata ini, sudah tersedia Cottage. Untuk bisa bermalam di dalam sana, pengunjung langsung saja mendownload aplikasi RedDoorz. Semua informasi lengkap perihal Cottage Puncak mas sudah lengkap di aplikasi tersebut.

Goropa Kuah Asam Ikan Kerapu

Pengelola Puncak Mas ingin selalu memanjakan wisatawan. Karena itu pengelola menyediakan tempat bagi pedagang makanan yang ingin berjualan di sini. Jadi, pengunjung tidak perlu repot-repot memasak atau membawa makanan dari rumah. Di sini sudah tersedia. Tapi, ada beberapa makanan yang menjadi favorit pihak Puncak Mas maupun pengunjung.

Menurut Andre, menu andalan Puncak Mas adalah masakan khas Manado. Menu masakan Manado yang ada di Puncak Mas adalah Cakalang Rica-rica, Goropa Kuah Asam dari ikan kerapu dan Sambal Dabu-Dabu.

Menu makanan itu memang banyak peminatnya. Terlebih, di Bandarlampung tidak terlalu banyak yang menjual masakan khas Manado.

Kata Tanow yang Radja Pilih Berasal dari Bahasa Lampung

Puncak Mas menyediakan area bagi pencinta atau penikmat kopi. Lokasinya masih berada di dalam area wisata Puncak Mas. Nama tempatnya adalah Kopi Tanow. Di sana, ada berbagai jenis kopi. Tapi, kalau yang spesial dan menjadi menu baru adalah kopi Puncak Mas dan Kopi Tegal Mas. Bahan pembuatan kopinya berasal dari biji arabika dan robusta.

Owner Kopi Tanow sendiri masih sangat muda. Usianya 14 tahun. Namanya Ahmad Radja Maskakar. Dia putra dari Thomas Aziz Riska.

Menurutnya, nama Kopi Tanow didapat secara tidak sengaja. Tapi, tetap memiliki arti. Radja memilih kata Tanow karena berasal dari Bahasa Lampung. Selain itu, mengandung unsur Now. Bisa dibilang akan menjurus ke Zaman Now. Jadi, dapat disimpulkan kalau Kopi Tanow berarti kopi zaman sekarang. Atau kopi sekarang. Atau bisa juga sekarang ngopi. Terlepas dari itu semua, menikmati kopi di Puncak Mas merupakan pengalaman yang cukup berkesan. Tempatnya nyaman. Tempatnya ada yang di dalam ruangan maupun di luar ruangan.

Menikmati kopi di dalam ruangan yang dingin karena AC pun terasa lebih nikmat. Dari balik kacanya, terpandang jelas orang-orang yang bergembira karena berlibur di tempat yang hijau. Sedangkan menikmati Kopi Tanow di luar ruangan pun tidak kalah menyenangkan. Dari tempat yang nyaris semuanya berbahan kayu dan yang desainnya memadukan kearifan klasik dan minimalis itu, terasa sekali kehangatan kopi dan suasana riang di alam perbukitan.

Pengelola Telah Menyediakan Tempat Berteduh

Mengelola destinasi wisata tentu saja akan menemukan berbagai kendala. Kendati kendala dalam mengelola Puncak Mas tidak begitu banyak. Tapi, ada hal yang menjadi keluhan pengunjung yang berwisata di area outdoor seperti Puncak Mas.

Cuaca adalah keluhan wisatawan di tempat-tempat outdor. Hujan menyebabkan mereka mesti berteduh dan merelakan waktu untuk berfoto di spot yang telah disediakan. Karena itu, pengelola Puncak Mas telah menyediakan tempat berteduh bagi pengunjung. Kalau hujan datang secara tiba-tiba maka pengunjung bisa memanfaatkan tempat itu.

Baiklah. Sekian informasi yang Labrak.co himpun. Semoga menjadi referensi wisata bagi semua kalangan, baik yang ada di Lampung atau pun di luar Tanah Sang Bumi Ruwa Jurai. Jangan lelah membaca Labrak.co untuk mengetahui tempat-tempat wisata yang ada di provinsi Lampung. Semua yang informasi Labrak.co himpun berasal langsung dari tempat dan narasumber yang bersangkutan dengan tempat wisata. Sampai jumpa pada kesempatan yang akan datang.  []

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top