Human

Luasnya Langit yang Melengkung

Oleh Muhammad Alfariezie

LENGKUNG Langit memiliki area bersantai yang cukup luas. Pengelola menyiapkan 30% area santai. Sisanya adalah untuk ruang terbuka hijau. 

Di area santai Lengkung Langit, ada tempat makan, ada gajeboh yang langsung menghadap ke pemandangan pegunungan serta kota dan luasnya langit yang melengkung. Lalu, jika yang suka santai ala-ala lesehan, juga ada. Kalau yang suka makan dan minum seperti di kafe pun ada.

Pengunjung bisa makan dan minum di Lengkung Langit sembari menikmati dan meresapi pemandangan alam pegunungan kemilin mulai pukul 08.00 Wib sampai jam sepuluh malam. Menurut pengelola, jam terbaik berkunjung ke Lengkung Langit pada pukul 08.00 Wib sampai 11.00 Wib. Kalau sore, waktu terbaik untuk ke Lengkung Langit adalah pada jam 3 sampai delapan malam. Pada waktu tersebut, cahaya nampak terlihat indah karena tidak over. Selain itu, kabut-kabut halus nampak seperti berjalan perlahan-lahan menyisir perbukitan Kemiling.

Pengelola pun sudah menyediakan fasilitas yang sangat dibutuhkan. Kalau mau buang air atau melaksanakan salat, tidak perlu jauh-jauh mencari tempat. Di sini, tersedia mushola dan toilet.

Pengunjung tidak perlu khawatir jika ingin berlama-lama di sini. Memang boleh? Boleh banget. Bahkan, pengelola tidak memersalahkan jika ada yang mau ke sini dari jam 10 pagi sampai 10 malam dan hanya memesan satu gelas kopi. Bahkan, untuk berfoto di spot foto favorit pun tidak papa kalau memang ingin seharian.

Spot foto favorit? Di mana dan berbentuk apa tuh? Lengkung Langit memiliki kurang lebih dua spot foto favorit. Pertama adalah gapura dan yang kedua ialah perahu. Semuanya gratis.

Pengelola sengaja membangun gapura untuk memenuhi tiga unsur fotografi. Kalau berfoto di sini, tentu saja latar belakangnya adalah warna biru, hijau dan putih. Warna itu berasal dari alam Kemiling, langit yang melengkung dan awan. Kadang, kalau cuacanya bagus maka pengunjung akan mendapat latar belakang mega yang indah.

Pengunjung tidak perlu khawatir jika ingin berlama-lama di sini. Memang boleh? Boleh banget. Bahkan, pengelola tidak memersalahkan jika ada yang mau ke sini dari jam 10 pagi sampai 10 malam dan hanya memesan satu gelas kopi. Bahkan, untuk berfoto di spot foto favorit pun tidak papa kalau memang ingin seharian.

Spot foto favorit? Di mana dan berbentuk apa tuh? Lengkung Langit memiliki kurang lebih dua spot foto favorit. Pertama adalah gapura dan yang kedua ialah perahu. Semuanya gratis.

Pengelola sengaja membangun gapura untuk memenuhi tiga unsur fotografi. Kalau berfoto di sini, tentu saja latar belakangnya adalah warna biru, hijau dan putih. Warna itu berasal dari alam Kemiling, langit yang melengkung dan awan. Kadang, kalau cuacanya bagus maka pengunjung akan mendapat latar belakang mega yang indah.

Inspirasi gapura itu, dari candi Ceto. Candi ini terletak di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi,  Kabupaten Karanganyar. Menurut wikipedia Indonesia, Candi Ceto merupakan peninggalan bercorak agama Hindu pada masa-masa akhir era Majapahit (abad ke-15 Masehi).

Setelah berfoto di gapura yang mirip candi Ceto, masih dianggap belum ke Lengkung Langit kalau tidak selfie di atas perahu celugam. Perahu celugam adalah spot yang memiliki cerita. Jadi, perahu yang ada di sana, yang digunakan untuk selfie itu adalah asli. Dito Novrizal sengaja membeli langsung di Labuhan Maringgai, Lampung Timur. Perahu itu pun bukan benda yang lama tergeletak. Selama kurang lebih lima tahun, perahu celugam kerap menemani nelayan mencari ikan hingga ke laut. Nah, karena konsep wisata yang ingin diterapkan adalah destinasi yang menggabungkan alam hingga kreativitas, maka perahu yang fungsinya sebagai alat transportasi pun menerima sentuhan seniman. Mereka melukis motif celugam untuk menghiasi perahu.

Celugam adalah kerajinan tangan berjenis motif kain. Hasil seni itu berasal dari daerah yang sudah terkenal, yakni Lampung Barat atau yang biasa dikenal Bumi Sekala Bekhak dan Negeri Katon.

Pada zaman kerajaan Sekala Brak, konon, celugam menjadi pelapis kasur bagian depan. Tapi, bukan sembarang orang yang menggunakan. Hanya Suntan atau kalangan tertentu saja. Motifnya pun berbeda. Ada motif khusus untuk Suntan. Begitu pun jika  yang menggunakan celugam, gelarnya masih di bawah tingkat Suntan.

Nah, pengelola Lengkung Langit sudah menyiapkan kamera khusus serta fotografernya. Pengelola ingin memberikan pelayanan dan kesan kepada tiap pengunjung.

Biaya jasa fotografer di sana sepuluh ribu untuk satu frame. Tapi, pengelola akan memberi bonus. Kalau pengunjung mau paket hemat maka pengelola menggratiskan tiga frame untuk tiap lima kali foto.

Kalau ada yang mau wedding juga bisa kok. Biaya penyewaan tempatnya 200 ribu rupiah untuk 5 orang.

Nah, ada bocoran lho dari pengelola buat travel agen.  Selain itu, ada bocoran informasi juga buat guide yang mengantungi identitas sebagai HPI. Khusus travel agen akan mendapat cashback 20 % bila membawa pengunjung minimal 30 orang. Nah, buat guide yang mengantungi identitas HPI jangan sedih karena akan mendapat cashback 30% jika membawa pengunjung minimal 30 orang.

Tentang kemanan spot-spot Lengkung Langit tidak perlu diragukan. Dari 17 orang yang sepenuh hati meluangkan waktu dan menyediakan pikiran mengurus Lengkung Langit, ada beberapa orang yang siap siaga setiap hari untuk mengecek keamanan spot-spot foto. Kalau ada baut yang kendor sedikit saja atau ada yang goyang maka mereka langsung memperbaiki.

Berbagai Kalangan Menyukai

Lengkung Langit adalah Destinasi Wisata yang disukai berbagai kalangan. Buat kalian yang suka bersepeda atau gowes. Tapi, belum memiliki kawan hingga perkumpulan, coba deh main ke Lengkung Langit pada sabtu kalau tidak minggu. Waktunya pukul 07.00 Wib.  Komunitas sepeda dan gowes kerap beristirahat serta selfie dan weefie di Lengkung Langit.

Kalau buat pecinta seni lukis atau penyuka karya lukis, di sini ada beberapa lukisan maestro Lampung Lho. Nama pelukisnya Kang Dana. Beliau juga sering ke sini. Dia biasa ngopi-ngopi sembari memandang luasnya inspirasi yang tak habis-habis di langit yang terlihat melengkung.

Selain menjadi tempat para komunitas berkumpul, pengelola pun tidak menutup pintu bagi pengunjung yang ingin mengadakan acara reuni, ulang tahun atau gethring dan lain-lain. Tapi, jangan langsung ke sana ya. Kata Dito, kalau ingin menyelenggarakan acara di Lengkung Langit, mesti reservasi lebih dulu. Minimal sejak tiga hari sebelum penyelenggaraan. []

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top