Sajak

Sajak-sajak Destriyadi Imam Nuryaddin

HIDANGAN

rambutku sumbu yang selalu berminyak
siap menghangatkanmu kapan saja

walau aku tahu teksmu kehilangan suara
gaduh dan riuh belum semua rampung
tokoh-tokoh kehilangan selarik pantun
tambur lupa hitungan tabuh
kacamata dan kipas hilang entah ke mana
kehilangan penyedap di pagu dapur
dan pertanyaannya akan tetap sama
kapan aku bisa bubuh dan pajuh kisahmu?

2020

GAJAH PUTIH

belalaimu menjadi selendang merangkul leher
gading mengecil membentuk gingsul pipi yang cekung
ekor menumpuk gumpalan di pantat
ada lapis pupur yang belum uzur

buah membenah dada, membangun kubah
puting merias, membulat khas
ia lihai tumbuh sendiri
langit pejam, laut menghilang arus
kuirup kuah bibirmu
kulumat hasrat dalam tuturmu

kulepas kutukmu, kau jaring mataku
kubuka langsimu, merampung anyammu

2019

LUBANG KELAHIRAN

apakah kau lahir dari lubang langit?
atau kesaktian ayahmu adalah melahirkan

barangkali lahir dari titah raja, “Jadilah!”
siuh memadat awan-awan
segala dengan cahaya yang dipinta

ibu bukan lagi seorang, sebuah bahkan ia hanya suatu
perempuan yang dapat dibuat ditiadakan
setiap benda langit sedia menjadi ibu
menggendongnya, mengagahnya, memakaikan baju
nanti ketika anak itu besar akan bertanya
“Yang mana satu ibuku?”
semua adalah ibu, juga ayahmu

riwayat ke bumi hanya menulis duka
setelah perempuan ke perempuan dipinang
ternyata tak ada lubang yang serupa
seperti baginda menggelar cerita
ke langit kayangan perjalanan pulang

sedang bila Semadun Dewa tiba masa arwah
bunga rupa tersenyumberjatuhan di makam
gaduh bimbang luntur ke seberang langit
takhta sudah berduduk seorang dewa
yang ia lahirkan seketika

2020

————–

Destriyadi Imam Nuryaddin, lahir di Serasan-Natuna, 17 Desember. Menyelesaikan studi Sastra Indonesia di Universitas Negeri Jakarta dan saat ini melanjutkan studi di magister sastra Universitas Gadjah Mada. Beberapa karya sudah terbit di media daring maupun luring. Sempat menjadi bagian dari Penakota.id dan Ruang Kolektif Atelir Ceremai. Saat ini aktif di komunitas Natunasastra dan projek video musik Perifer Song.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top