Sosok

Lelaki yang akan Berusia 50 Tahun pada 2020 (2)

INI ada semacam nasihat buat lelaki yang akan berusia 50 tahun pada 2020. 🙂

Ilmuwan bilang, saat berusia 50 tahun adalah awal dari kehidupan yang lebih menyenangkan dan tahun terbaik bagi seseorang.

Di usia 50 tahun,seseorang akan terbebas dari tekanan atau stres pekerjaan, hidup dengan pasangan dan membesarkan anak-anak, rasa kekhawatiran yang mulai pudar serta perasaan bahagia yang mulai melonjak.

Jika kondisi tersebut tidak cukup, hal-hal lainnya terus akan menjadi lebih baik setiap dekadenya. Hal ini tentu saja menghapus mitos bahwa orang yang sudah tua akan menjadi pemarah dan sebenarnya laki-laki yang sudah tua akan lebih ceria dibandingkan perempuan sepanjang hidupnya.

Para peneliti dari Stony Brook University, New York State mengatakan bahwa usia membawa seseorang pada kebijaksanaan dan kemampuan untuk bisa menyelaraskan hidup dengan perasaan.

“Hasil studi ini mendukung penelitian sebelumnya yang mengungkapkan bahwa orang-orang yang sudah tua akan lebih mampu melihat situasi hidupnya secara positif dan kemungkinan kecil untuk mengingat pengalaman buruk,” ujar psikolog Dr Arthur Stone dari Stony Brook University, seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (18/5/2010).

Peneliti lain menyebutkan, laki-laki berusia kepala lima dianggap terlihat lebih seksi dan menarik perhatian oleh perempuan. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances menyimpulkan, seiring usia dan semakin jelas garis-garis kehidupan di kulit wajah, laki-laki justru dinilai lebih tampan dan gagah.

Tak cuma itu, riset juga menunjukkan, kelebihan dan keahlian tertentu dari seseorang akan memuncak, justru ketika melewati ulang tahun ke-50. Ada tujuh: kemampuan aritmatika, paling baik dalam memahami emosi orang lain, kebijaksanaan, kepuasan hidup, kosakata, persepsi terhadap penampilan diri yang bagus, dan kesejahteraan psikologis.

Namun, tak kurang juga, ada yang mengingatkan, menjelang usia 50 tahun adalah waktu yang amat genting dalam jenjang karier. Ketersediaan kursi terbatas, sementara telah bermunculan calon yang siap untuk mengganti tampuk kekuasaan. Tahta mesti digenggam. Singgasana harus diduduki. Itulah kira-kira alam pikiran manusia kebanyakan.

Orang yang dapat menggenggam idealisme dengan konsisten dan memodifikasi dengan situasi, ia mampu melihat singgasana lain, yang tidak dilihat oleh orang lain. Bahkan masih banyak tahta bertebaran. Sementara orang lain saling sikut, saling injak, ia dengan leluasa menapaki tangga sendirian.

Dari sisi agama, ada juga baik kembali kepada Sang Pemberi Umur. Firman Allah Swt.: “…Bukankah Kami telah memberimu umur sehingga kamu sempat mengingat bagi sesiapa yang mau mengingat?” (Q.S. Fathir: 37)

Rasullullah Saw bersabda: “Allah tidak lagi memberi alasan bagi siapa yang telah dipanjangkan umurnya hingga 50 tahun.” (HR.Bukhari)

Lalu, Al-Khattabi berkata, “Maknanya, orang yang Allah panjangkan umurnya hingga 50 tahun, tidak diterima lagi keuzuran/alasan. Karena usia 50 tahun merupakan usia yang dekat dengan kematian, maka inilah kesempatan untuk memperbanyak taubat, beribadah dengan khusyuk, dan bersiap-siap bertemu Allah.” (Tafsir al-Qurthubi)

Fudhail bin Iyadh berpesan kepada seseorang yang telah mencapai umur 50 tahun: “Berarti sudah 50 tahun kamu berjalan menuju Tuhanmu, sekarang hampir sampai… Lakukan yang terbaik pada sisa usia senja-mu, lalu akan diampuni dosa-dosamu yang lalu. Tapi jika engkau masih berbuat dosa di usia senjamu, kamu pasti dihukum akibat dosa masa lalu dan masa kini sekaligus!”

Pada akhirnya, makna dari usia ke-50 tahun adalah semakin kecilnya jatah hidup di dunia. Seorang pria Indonesia berusia 50 saat ini, secara rata-rata akan hidup sampai umur 76 tahun. Dengan ukuran ini, berarti jatah hidup saya, tinggal 26 tahun lagi.

Tapi, cuma hitung-hitungan manusia. Sastrawan Damiri Mahmud, meninggal dalam usia 74 tahun (1954—2019) termasuk yang agak cocok dengan usia harapan hidup orang Indonesia ini. Tapi, kenyataannya maut tak memilih usia.

Siapa pun tak bisa menunda kepergian bila waktunya tiba. Namun, tak seorang pun tahu, kapan masanya tiba. Karena itu, sebagusnya kita jalani saja hidup dan kehidupan sebaik-baiknya sembari mempersiapkan segala sesuatunya….

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top